Hal yang cukup mendasar bagi seorang pemula ialah mengetahui bagaimanakah dan mengapakah harga market mengalami pergerakan. Oleh karena itulah penting untuk dipahami bahwasanya harga bergerak tak lain adalah karena fungsi serta akibat dari Hukum Penawaran (Supply) dan Permintaan (Demand), bukanlah karena hal lain.
Harga mulai mengalami pergerakan ketika perhitungan sederhana antara supply and demand ini menjadi tak seimbang. Perdagangan mata uang ini sebenarnya juga tak jauh berbeda dengan pola perdagangan yang ada di market-market tradisional kita. Misalnya harga sayuran akan melonjak naik karena berkurangnya pasokan dari daerah pertanian seperti Brebes.
Atau karena akan mendekati moment hari-hari besar keagamaan maka permintaan barang kebutuhan di pasaran melonjak, jadi jangan heran kalo ada ibu-ibu ngomel karena setiap mau lebaran harga ayam naik di market. Hal ini tampak sama saja dengan yang terjadi dalam perdagangan mata uang cuma beda skala dan medium saja. Oleh karena itulah maka pola pikir paling awal yang harus dimiliki oleh seseorang trader ialah pola pikir bahwa trader berdagang karena adanya dinamika di antara permintaan dan penawaran ini.
Berkaitan dengan hal ini, mungkin anda ingat dua orang tokoh yang namanya sering kali disebut dalam disiplin ilmu ekonomi dan fisika:
Tokoh yang pertama adalah Adam Smith, seorang pelopor ilmu ekonomi modern sekaligus pelopor dari sistem ekonomi kapitalisme. Ia telah menyatakan ratusan tahun lalu bahwasanya jika supply mulai melebihi demand pada suatu level harga tertentu saja, maka harga akan bergerak turun dan begitu pula sebaliknya.
Sementara tokoh yang kedua ialah Sir Isaac Newton yang dalam teori hukum geraknya menyatakan bahwasanya sebuah objek akan tetap berada dalam aksi gerak (motion) sampai mendapatkan reaksi kekuatan (force) yang sama atau lebih besar. Lebih seringkali disebut sebagai Aksi dan Reaksi saja.
Sementara tokoh yang kedua ialah Sir Isaac Newton yang dalam teori hukum geraknya menyatakan bahwasanya sebuah objek akan tetap berada dalam aksi gerak (motion) sampai mendapatkan reaksi kekuatan (force) yang sama atau lebih besar. Lebih seringkali disebut sebagai Aksi dan Reaksi saja.
Kedua contoh di atas tampak sederhana namun brilian ini telah sangat teruji sepanjang masa dan secara langsung ialah faktor utama dalam pergerakan harga di market tempat kita trading dan terlibat di dalamnya saat ini. Jika saja mereka berdua memilih karir sebagai trader, bisa menjadi mereka ialah trader-trader handal.
Fokus dari tulisan ini ialah perihal apa yang dalam tekhnikal analisis konvensional disebut sebagai support (terjadi karena demand) dan ressistance (yang terjajdi karena supply).
Kita akan coba gali lagi lebih mendalam tentang apa sebetulnya support dan ressistance tersebut, bagaimanakah cara kita mengidentifikasi dan kuantifikasinya pada chart, lalu bagaimanakah cara memakainya dalam menciptakan keputusan objektif sehingga menghasilkan trading yang profitable .
Support (demand) ialah level harga di mana terdapat lebih banyak buyer yang bersedia membeli dibanding seller pada level harga tertentu saja.
Resistance (supply) ialah kondisi di mana supply lebih banyak tersedia bila dibandingkan dengan buyer yang bersedia membeli supply tersebut pada level harga tertentu saja.
Coba perhatikanlah chart di bawah ini untuk mengindentifikasi apa yang dimaksud dengan Demand
Area A menunjukkan sebuah level harga di mana terjadi ekuilibrium atau keseimbangan relatif antara supply dan demand. Setiap orang yang ingin melakukan jual dan beli di level harga tersebut berada dalam batas-batas keseimbangan dan harga pun cenderung stabil. Pada closing candle (area B), hubungan di antara supply dan demand telah bergeser dan tak lagi seimbang. Sekarang kita bisa tahu bahwasanya terdapat lebih banyak demand pada level harga A bila dibandingkan dengan supply yang tersedia.
Lalu dari mana kita bisa tahu jikalau hal ini benar adanya? Satu-satunya yang menjadi sebab harga bergerak naik seperti yang dicontohkan di ats ialah karena pergeseran hubungan antara suppy dengan demand.
Pada closing candle B di atas kita juga bisa menyimpulkan bahwasanya ada buyer-buyer yang bersedia membeli di level A tersebut namun telah tertinggal sebab harga telah bergerak naik. Area A sekarang ini bisa kita sebut secara objektif sebagai area demand atau support.
Sedangkan Area C menunjukan adanya penurunan harga yang titik harga terbawahnya kembali ke level demand ini. Nah di sinilah kita mendapatkan info mengenai potensi low risk high reward trade karena harga yang sudah naik kembali ke area sebelumnya yang telah menunjukan dominasi buyer. Nanti kita bahas bagaimanakah cara mefaedahkan potensi ini.
Sedangkan Area C menunjukan adanya penurunan harga yang titik harga terbawahnya kembali ke level demand ini. Nah di sinilah kita mendapatkan info mengenai potensi low risk high reward trade karena harga yang sudah naik kembali ke area sebelumnya yang telah menunjukan dominasi buyer. Nanti kita bahas bagaimanakah cara mefaedahkan potensi ini.
Dengan cara membalik logika contoh di atas tersebut, kemudian kita pun juga bisa mengidentifikasi supply (ressistance) .
Simple Strategi
Seorang trader sebaiknya secara konsisten melakukan identifikasi area di titik manakah harga kemungkinan akan berbalik arah (turning point). Ada beberapa strategi yang bisa dipakai dalam mengolah pergeseran ekuilibrium antara supply dan demand yang juga dipicu berdasar emosi manusia berupa Fear, Greed, dan Ketakpastiian.
Jikalau entry pada situasi reversal dilaksanakan seperti orang lain, maka kita cuma mempunyai sedikit atau bahkan tak punya keunggulan sama sekali bila dibandingkan dengan mereka. Oleh karenanya maka tak salah jikalau kita akan kesusahan untuk bisa bertahan dalam market dan dapat menciptakan profit yang konsisten.
Oleh karena itu maka proses berpikir atau melakukan analisis mestilah berujung pada antisipasi atas gerakan harga-harga dengan risiko yang minimal dan memiliki potensi profit paling besar. Seperti layaknya seorang nelayan yang menaikan layar maka usakahan angin selalu berada di belakang perahu.
Kita fokus terlebih dahulu ke sebuah strategi yang cenderung gampang untuk dipahami.
Simpel Strategi:
- S/D area TF daily (minimal H1).
- Saat candle mencapai area high (A) pada daily chart, maka pindahlah ke intra day timeframe (M15).
- Atau (M5) untuk mencari di mana potensi Sell/Short entry.
- Pada TF kecil seperti ini carilah up candle terakhir yang dilanjutkan oleh down candle (gambar bawah).
- Entry diambil pada down candle kedua dan tak perlu menunggu closenya (gambar bawah).
- Penempatan SL sebaiknya area di atas garis horisontal area S/D daily, jikalau anda tipikal intraday di atas garis horisontal hoy..
- Tempatkan TP pada area demand (support) berikutnya atau pakailah risk reward rasio minimal 2:1
Rule untuk intra-day trading
Intra-day trader lebih baik mempunyai pola aturan dalam setiap mengambil keputusan trading. Karena biasanya kondisi emosioanl bisa mempengaruhi analisis dan keputusan trade. Tidak percaya? Cobalah trading pakai tick chart atau timeframe (TF) 1 menit, akan sangatlah intens bukan? terasa bagaimanakah adrenalin anda dipacu dalam setiap detik, setiap menitnya. Kegagalan dalam mengontrol emosi bisa berujung pada kegagalan trading itu sendiri. Jadi, dengan mengikuti aturan yang telah di tetapkan anda bisa mengelola trade anda dengan baik.
Rule sederhana bagi day trader:
- Setiap hari lakukanlah identifikasi untuk satu area supply dan satu area demand pada timeframe H1. Selalu perhatikan posisi harga ini untuk diperbandingkan dengan time frame yang lebih besar (D1).
- Entry cuma dilaksanakan apabila harga masuk/mendekati support (demand) atau ressistance (supply).
- Ada 2 macam jenis entry, yaitu breakout dan pullback (lihatlah gambar).
- Pre-plan: entry, stop loss (SL), dan target.
- OP dilaksanakan cuma jikalau terdapat ruang yang cukup antara area supply dengan area demand, sehingga profit zone pun menjadi atraktif.
Hanya 2 jenis entry ini saja yang kita butuhkan.
Entry pada pullback pertama kali memberikan lower risk/high reward, walaupun untuk sebahagian orang hal ini masihlah dianggap berisiko tinggi. Sedangkan breakout ialah kondisi paling populer sebagai entry. Namun yang lebih penting lagi tentu saja profit zone, hitunglah seberapa besar ruang untuk harga bergerak sesudah entry dilaksanakan
Refreshment
Dinamika yang terjadi dalam market ialah resultante dari psikologi massa. Kita bisa menghasilkan uang dalam perdagangan karena mampu menguasai aspek ini. Seperti yang telah umum diketahui bahwa trading itu 90% nya ialah masalah psikis. Faktor kemenangan lebih banyak ditentukan oleh bagaimanakah kemampuan anda dalam mempersiapkan psikis dibandingkan metode/gaya trading.
Serta memahami bagaimana cara orang lain berpikir dan mengambil keputusan, justru hal yang lebih penting dari pada memahami chart. Jikalau anda masihlah merasakan kendala dalam trading, mungkin telah tiba saatnya bagi anda untuk merubah fokus perhatian. Dari pada cuma gonta-ganti metode, sebaiknya mulai fokus ke faktor pemicu utamanya. Terdapat beberapa perbedaan yang sangatlah mencolok antara winning trader dan lossing trader.
Trader Pemula
1. Cenderung bersikap mengikuti kelakuan orang banyak/massa (crowd follower).- Cenderung mengikuti apa yang orang lain kerjakan (ikut-ikutan).
- Merasa aman jika keputusannya sama dengan orang banyak.
2. Akan menghindari risiko, kecuali kalau orang lain juga mengambilnya.
3. Menyangka jika orang lain "buy" maka akan aman juga untuk melakukan "buy".
4. Bertindak atas pendapat dari orang lain yang dianggap lebih "expert".
5. Cenderung menciptakan kerumitan dari proses trading dan mengabaikan kesederhanaan market.
6. Hampir selalu saja menciptakan dua kesalahan yang sama: buy atau sell pada saat harga telah bergerak jauh secara signifikan (high risk) serta buy saat akan mendekati ressistance, lalu jual saat mendekati support (low probability).
Trader Pro
- Mengambil inisiatif atas keputusan trading (lead the crowd).
- Membuang semua subjective noise yang menghambat proses pengambilan keputusan. Mereka tak peduli pada apa yang dilaksanakan orang lain dan fokus menciptakan keputusan berpedoman pada seperangkat rule yang sangatlah mekanikal dan tak mudah terbawa emosi
- Mereka belajar telaten untuk melakukan identifikasi entry yang benar (proper entry), di mana kebanyakan orang tak memperhatikan ini.
- Mereka melakukan sell sesudah suatu periode buying berjalan dan mendekati atau masuk ke area ressistance.
- Mereka buy sesudah suatu periode selling mulai berjalan mendekati atau telah masuk dalam area support.
Trader yang berhasil:
- Dapat melakukan identifikasi potensi sebelum orang lain mampu melaksanakannya.
- Eksekusi trading dengan cara yang mekanikal.
Karakter kental yang mesti dimiliki seorang trader:
- Percaya Diri.
- Disiplin.
- Sabar.
Semoga menolong.



