Wednesday, June 27, 2018

3 Pilar Utama Dalam Rencana Trading Forex
Dalam kegiatan kita melakukan trading di pasar forex, rencana trading (trading plan) adalah pendekatan sistematis yang mengatur semua aspek dalam trading. Secara garis besar, trading di pasar forex terdiri dari 3 sistem yang bekerja secara simultan dan merupakan pilar-pilar utamanya, yaitu sistem trading yang meliputi metode dan seni administrasi yang dipergunakan (forex trading system), sistem money management serta sistem pengaturan dan pengendalian emosi (emotion management system). Model pendekatan ini sering dijumpai dalam rencana trading pada mereka yang telah berpengalaman. Masing-masing sistem memiliki ketentuan yang telah kita sepakati sebelumnya (rule set) untuk mengatur obyek yang akan menunjang trading kita. Hubungan antara 3 pilar tersebut ialah menyerupai gambar diagram berikut ini:

Masing-masing obyek ialah berupa checklist yang akan memilih keseluruhan proses dalam trading yakni:
  • Forex trading system – memilih waktu yang sempurna untuk entry dan exit, sesuai dengan analisa menurut metode dan seni administrasi trading yang kita gunakan.
  • Money management system – memilih besarnya resiko per trade serta position size sesuai dengan balance yang ada dalam account trading kita.
  • Emotion management system – memastikan keadaan emosi kita pada saat trading tersebut, apakah emosi kita stabil dan sudah layak untuk membuka posisi trading. Jika emosi kita sedang labil maka dikhawatirkan akan berdampak pada saat kita mengambil keputusan. Checklist emosi ini diharapkan berguna bila kita trading sepenuhnya secara manual. Jika kita memakai software trading yang secara otomatis memperlihatkan sinyal-sinyal entry dan exit maka checklist emosi ini dapat saja diabaikan.

Level entry dan exit yang telah kita lakukan secara rinci dicatat dalam histori atau catatan riwayat trading (trading log) untuk dievaluasi kemudian hari. Evaluasi jangka pendek sebaiknya dilakukan segera sesudah sebuah trade simpulan (entry dan exit pada satu posisi) biar dapat dilakukan perbaikan atau menambah ide-ide gres kalau hal ini diperlukan. Bergantung dari selera dan kebutuhan kita, trading log bisa eksklusif dianggap sebagai jurnal trading atau patokan untuk menciptakan jurnal trading guna penilaian jangka panjang. Trading log bisa dipakai sebagai ukuran hingga sejauh mana keseluruhan sistem trading kita bekerja efektif pada suatu kondisi pasar tertentu.

Checklist untuk level entry dan exit seharusnya hanya pada satu level harga dan tidak perlu diikuti dengan pilihan kedua (ambiguous). Hanya kalau sinyal trading telah dapat kita anggap valid dan memenuhi semua syarat yang kita sepakati, maka kita akan entry atau exit. Jika mungkin dihadapkan pada 2 pilihan yang sama-sama valid, sebaiknya diambil yang probabilitasnya lebih besar.

Untuk checklist pada money management system, persentase resiko yang kita tentukan hendaknya cukup realistis dan sesuai dengan kondisi balance kita pada saat itu. Hal ini tentu saja dapat berubah-ubah sesuai dengan perubahan balance dan probabilitas sinyal trading yang kita peroleh. Selain itu disini kita juga dapat menambahkan catatan risk/reward ratio setiap trade pada checklist sistem ini.

Checklist pada emotion management system diperlukan guna mencatat riwayat emosi kita selama melakukan trading. Hal ini menjadi dapat berarti bila kita membaca trading log setelah beberapa kali trade. Dengan selalu melaksanakan penilaian pada keadaan emosi di saat trading, dalam jangka panjang akan dapat dicapai kestabilan emosi. Contoh checklist emosi : ‘apakah saya akan emosi kalau stop loss saya ternyata kena?’ Jika ‘ya’, maka kita menambahkan catatan sebagai peringatan, misalnya: ‘mengalami loss ialah bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan menuju sukses dalam trading forex.’

Trading forex merupakan sebuah bisnis maka rencana trading ialah juga rencana bisnis yang harus benar-benar kita siapkan terlebih dahulu sebelum kita terjun ke live account dengan uang beneran. Semakin baik dan matang persiapan kita maka semakin besar juga cita-cita untuk berhasil di live account. Jika belum benar-benar mantap dengan rencana trading, kita dapat melaksanakan uji coba pada account demo terlebih dahulu hingga kita terbiasa memakai ketiga pilar tadi dalam rencana trading tersebut.


Sumber : www.forexhit.com

Sunday, June 17, 2018

Management Emosi Dalam Trading Forex
Sistem Manajemen Emosi
Seperti diketahui emosi sangat berperan dalam memilih hasil trading kita. Ketidakmampuan mengendalikan dan mengatur emosi bisa berakibat fatal. Karena emosi seseorang cenderung berubah-ubah, diharapkan sebuah sistem untuk mengatur dan mengendalikannya. Sistem management emosi (SME) atau emotion management system adalah salah satu dari 3 pilar utama dalam planning trading, di samping sistem trading dan sistem money management.

Pengaturan dan pengendalian emosi yakni sebuah sub-system yang mesti Anda rencanakan. Perencanaan yang utama yakni harus bisa meredam sekuat mungkin emosi-emosi destruktif (destructive emotions) yang bisa menciptakan Anda menyimpang dari sistem, dan memperkuat emosi-emosi yang menguntungkan (beneficial emotions) yang bisa menciptakan Anda tetap berpegang pada sistem.

Kaprikornus emosi yang sangat mungkin akan menciptakan Anda keluar dari sistem trading dan sistem money management harus Anda redam, meski tidak bisa dihilangkan sama sekali, dan emosi yang menciptakan Anda selalu cenderung mengikuti ke 2 sistem tersebut mesti Anda perkuat. Hendaknya Anda selalu berlatih untuk menonjolkan emosi yang menguntungkan ini ketika trading.

Dasar dari SME yakni tiap jenis emosi yang timbul memakai cadangan energi mental yang jumlahnya terbatas dan yang seharusnya tidak dihamburkan untuk hal-hal yang merugikan. Emosi yakni transformasi secara mental dari inspirasi ke tindakan, oleh alasannya itu diharapkan energi mental. Sebenarnya hasil trading Anda tidak bekerjasama pribadi dengan mental, hanya emosi akhir trading bisa melukai Anda secara mental.

Energi mental sangat diharapkan untuk mewujudkan sistem trading dan sistem money management, dan semestinya tidak dihamburkan untuk menanggapi emosi-emosi destruktif yang tidak bermanfaat bagi trading. Jika kita telah tahu kenyataan bahwa pergerakan harga pasar didistribusikan
secara acak, maka kita tidak perlu risau pada hasil trading selama kita tetap berpegang pada sistem trading dan sistem money management yang telah teruji.

Emosi-emosi destruktif
Emosi destruktif yang paling berpengaruh dan berbahaya yakni takut kehilangan uang. Rasa takut ini berasal dari kesadaran yang telah terprogram bahwa uang bagi kita terbatas dan merupakan komoditi yang sangat berarti. Tak bisa dipungkiri hampir semua orang menganggap uang sebagai simbol kehidupan dan kemerdekaan. Asosiasi ini secara mental sangat berpengaruh sehingga kita cenderung memiliki prosedur otomatis untuk bertahan mati-matian guna melindungi komoditi yang sangat berharga ini. Ketakutan inilah yang menjadikan trader menutup posisi sebelum waktunya (premature exit), atau memperkecil 
position size dari yang seharusnya direkomendasikan oleh sistem money management-nya, lantaran takut rugi. Biasanya hal ini terjadi sesudah mengalami kerugian yang beruntun.

Emosi destruktif lainnya yakni serakah. Ini juga berasal dari kesadaran yang telah terprogram ihwal begitu pentingnya memperoleh uang. Banyak trader yang merubah level sasaran profitnya di tengah jalan, atau membiarkan posisi yang sedang profit terbuka dan tidak mematuhi aturan sistem trading yang digunakan. Yang agak ekstrem, trader takut kehilangan kesempatan masuk pasar sampai tanpa adanya sinyal dia membuka posisi trading, atau dengan tiba-tiba memperbesar position size dari yang seharusnya lantaran mengharapkan laba yang lebih besar. Biasanya hal ini terjadi sesudah trader memperoleh laba yang berturut-turut.

Untuk mengatasi ke 2 jenis emosi destruktif tersebut Anda seharusnya:
  • Mengetahui bahwa ke 2 jenis emosi itu memang ada pada diri Anda sehingga Anda bisa mengantisipasi setiap kali salah satu dari ke 2 jenis emosi itu muncul ke permukaan.
  • Mengetahui bahwa pergerakan harga pasar didistribusikan secara acak sehingga Anda tidak akan pernah bisa memastikan trade mana yang akan profit dan mana yang akan loss.
  • Percaya bahwa sistem trading dan sistem money management yang Anda gunakan yakni yang terbaik. Jika Anda tidak mematuhi sistem tersebut berarti Anda tidak mempercayai diri Anda sendiri. Dan bila Anda kehilangan iman diri, Anda semestinya berhenti trading sampai iman Anda kembali pulih.
  • Emosi yang menguntungkan
    Selalu percaya pada sistem trading dan sistem money management yang dipakai yakni emosi yang sangat menguntungkan. Anda akan selalu mengikuti sistem tersebut sehingga sanksi trading yang Anda lakukan benar-benar akurat sesuai dengan aturan sistem yang telah Anda buat. Emosi inilah yang seharusnya Anda bimbing sebelum benar-benar terjun ke pasar riil. Sebaliknya kurang percaya pada sistem trading akan menjadikan sanksi yang Anda lakukan selalu menyimpang dari aturan sistem yang pada jadinya akan mempengaruhi kestabilan emosi Anda.
  • Faktor disiplin sangat penting dalam trading, dan ini bisa diukur dari kualitas sanksi yang sesuai dengan aturan sistem trading. Jika dibentuk rumusan, disiplin adalah: (kepercayaan pada metode trading) atau (eksekusi sesuai sinyal trading yang tidak dilakukan). Semakin banyak sinyal trading yang Anda abaikan maka akan semakin kurang iman Anda pada sistem trading yang telah Anda buat, yang berarti Anda semakin tidak disiplin. Jika ini terus berlanjut maka Anda akan kehilangan iman terhadap sistem trading dan sistem money management yang telah Anda uji. Disiplin untuk selalu berpegang pada sistem trading sangat diharapkan terutama ketika Anda mengalami kerugian yang berturut-turut (losing streaks).
Untuk memperkuat jenis emosi yang menguntungkan ini Anda harus bisa menghindari keterlibatan emosi pada setiap trade yang Anda lakukan. Secara emosional Anda harus bisa bersikap sama baik pada ketika profit maupun pada ketika loss. Dalam jangka panjang, sistem trading dan sistem money management yang Anda gunakan dan telah teruji tentu akan menghasilkan profit.
      
      Metode administrasi emosi
      Agar bisa memperkuat emosi yang menguntungkan, Anda harus memprogram kembali pikiran bawah sadar Anda untuk selalu berpegang pada sistem trading yang telah Anda buat. Salah satu cara yakni dengan menanamkan orientasi pada sistem trading bukan pada posisi trading. Tidak peduli apakah pergerakan harga kini sedang akan break high atau break low jika sistem trading Anda tidak mengatakan sinyal buy atau sell maka seharusnya Anda tidak bereaksi. Selain itu selalu tanamkan bahwa sistem trading dan sistem money management yang Anda gunakan hasilnya akan Anda peroleh dalam jangka panjang.
Pergeseran cara berpikir tersebut bisa Anda lakukan dengan:
- Anda akan puas jikalau trade sesuai sinyal trading daripada puas lantaran profit yang akan Anda peroleh dari sebuah posisi yang Anda buka.
- Anda akan selalu melihat pada perkembangan balance account Anda dalam jangka panjang daripada melihat hasil tiap trade yang Anda lakukan.
- Anda akan takut kehilangan kesempatan trade sesuai sinyal trading daripada takut rugi pada setiap trade yang Anda lakukan.
Jika Anda selalu berpikiran negatif, dengan sistem trading apapun Anda akan sulit menghasilkan profit dalam jangka panjang. Selain itu diharapkan latihan dan waktu yang tidak sebentar untuk bisa mengatur dan mengendalikan emosi Anda dalam trading.
Sumber : www.forexhit.com - Emotion Management System