Sunday, November 30, 2014

Tingkat Inflasi Dari Kebijakan BBM Mencapai 0,7 Persen Pada Bulan Juli


Prediksi pemerintah perihal dampak kebijakan naiknya harga BBM (bahan bakar minyak) yang bersubsidi terhadap inflasi di bulan Juli 2013 ini yakni sebesar 0,7%. Dan pemerintah juga memastikan untuk memenuhi stok pasokan pangan dengan sasaran untuk menjaga inflasi di bulan Juli tersebut.

Hatta Rajasa sebagai Menko Bidang Perekonomian mengakatan hal yang senada yakni pada bulan Juni inflasi sudah mencapai 0,3% dan di bulan Juli ini mencapai 0,7%. Hal ini disampaikan beliau seusai rapat koordinasi Stabilisasi Pangan di Kantor Kementrian Perekonomian hari Rabu lalu.

Selain itu beliau juga mempertegas bahwasanya inflasi pada bulan Juli ini akan dijaga supaya tak meningkat lebih dari 1%. Termasuk tindakan yang dilaksanakan pemerintah adalah menjaga tingkat harga volatel food supaya tetap stabil. Bahkan berkemungkinan besar dalam pemenuhan pasokan pangan pemerintah akan melaksanakan berbagai macam cara termasuk impor.

Menurut hasil pengamatan beliau, produk kebutuhan pangan di marketan sudah mulai menurun di minggu ketiga bulan Juli ini dan lebih baik dibanding minggu sebelumnya. Akan tetapi masihlah terkandung sejumlah bahan pokok yang harganya masihlah tinggi, walaupun tak tertutup berkemungkinan lebih cenderung akan segera turun harganya. Dan harga khusus untuk bahan pangan berupa daging, pemerintah berusaha menjaga kestabilan harga daging berkisar antara Rp. 75.000 - Rp. 80.000 per kilogram-nya.

Di sisi lain Sasmito Hadi Wibowo seagai Deputi Bidang Statistik dan Jasa BPS (Badan Pusat Statistik) memperkiraan bahwasanya bulan Juli ini adalah puncak naiknya inflasi yang diakibatkan tiga hal, yakni dampak BBM, bulan ramadhan, dan memasuki tahun ajaran baru.

Namun, Sasmito Hadi Wibowo optimis bahwasanya besarnya inflasi di bulan Juli ini terkait seberapa besar upaya pemerintah kita untuk menekan kenaikan harga. Seberapa naik pun tingkat inflasi, berkemungkinan tetap bisa ditekan.

Tidak cuma itu, beliau juga menyampaikan hasil pemantauannya terhadap gejolak harga komoditi pangan yang rupanya terkandung kenaikan cukup besar dibanding bulan Juni lalu. misalnya seperti daging sapi yang naik mencapai 70%, daging ayam juga naik sebesar 20%. Sebab akan hal itu pemerintah membikin kebijakan dengan cara melaksanakan impor produk yang dinilai kurang jumlahnya dari sejumlah negara termasuk China, Kamboja, dan Vietnam. Beberapa produk yang diimpor oleh pemerintah diantaranya adalah cabai merah dan bawang merah.

Di lain pihak, Agus DW Martowardjojo yang menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia menyatakan bahwasanya menurutnya inflasi di bulan Juli bisa saja mencapai 2,3% lebih. Karena hal ini beliau menghimbau supaya berkemungkinan ini untuk terus diwaspadai. Dan menurut beliau yang menjadi sumber permasalahan utama pemicu inflasi di bulan Juli ini yakni volatel food yang menuntut pemerintah untuk terus berupaya dalam memenuhi kebutuhan persediaan pangan. (cm)

Saturday, November 15, 2014

Kemparekrap Targetkan Pendapatan 250 Triliun di Tahun Ini

Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemparekrap Targetkan Pendapatan 250 Triliun di Tahun Ini
Pihak Kemparekrap (Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) membidik sumbangan devisa dari sektor pariwisata serta ekonomi kreatif akan meraih total penghasilan RP 240 triliun sampai Rp 250 triliun pada 2013. 

Menurut Direktur Perencanaan Destinasi dan Investasi Pariwisata Kemenparekrap, bapak Lokot Ahmad Enda, pada 2012, sektor pariwisata menyumbangkan devisa sebesar Rp 80 triliun. Dan untuk sektor ekonomi kreatif sebesar Rp 150 triliun. 

"Bila potensi pariwisata serta ekonomi kreatif disinergikan, kita memperkirakan devisa yang dihasilkan dapat meraih total penghasilan Rp 240 triliun sampai Rp 250 triliun serta tak cuma untuk APBN, namun juga untuk penghasilan daerah dan masyarakat sendiri," tuturnya di sela-sela acara Penguatan Teknis Kelompik Kerja bali yang dilaksanakan di kawasan Geopark Batur, Sabtu ( 15/6 ).

Lokot menambahkan, usaha menambah devisa dari sektor pariwisata serta ekonomi kreatif dikerjakan kemparekrap dengan memompa implementasi program program Destination Management Organibahanion (DMO) yang sudah diluncurkan semenjak 2010. 

Program DMO ialah tata kelola rencana, koordinasi, implementasi serta pengendalian organisasi untuk menambah potensi tempat sebagai sasaran pariwisata serta perekonomian masyarakat. 

Sejak diluncurkan pada 2010, telah ada 15 potensi wisata di 15 provinsi yang dikembangkan merasakan program DMO. ke-15 potensi wisata itu diantaranya Danau Toba di Sumatera Utara, Geopark Batur di Bali, Tujuan wisata pulau Bunaken di Sulawesi Utara, Wisata bahari Wakatobi di Sulawesi Tenggara, Pulau Komodo serta Kelimutu di Nusa Tenggara Timur, dan Kota Tua di ibu kota jakarta. 

Lokot juga mempertegas, lewat program DMO, Kemparekrap berusaha memekarkan potensi wisata sesuai kebutuhan dari daerah tersebut bahkan akan menjadi stakeholder di lokasi-lokasi sasaran wisata tersebut. 

Pasalnya, Kemparekrap memperhatikanlah sektor pariwisata juga ekonomi kreatif belum merakyat dan semua aktivitasnya masihlah bertumpu dari program yang telah diatur oleh pusat. 


"Maka dari itu kita koordinasi segera dengan dinas-dinas yang menyangkut di Pemda, Tokoh agama serta masyarakat, juga supaya pariwisata dapat dikembangkan. Desa walaupun dapat jadi sasaran wisata, hingga masyarakat bisa mengenjot ekonomi kreatif serta rasakan hasil positifnya," kata lokot.

Tuesday, September 23, 2014

Sistem Ekonomi Indonesia yang Sebenarnya
Sistem Ekonomi Indonesia - Bagaimana dengan artikel istilah-istilah ekonomi yang kita muat di blog ini sejumlah hari yang lalu? Cukup gampang untuk difahami, bukan? Nah, kali ini menyangkut sistem ekonomi Indonesia. Sebelum kita sampaikan seperti apa sih sistem ekonomi yang sedang berjalan di Indonesia sekaran ini, terlebih dulu akan kita sampaikan apa pengertian dari sistem ekonomi tersebut.

Sistem ekonomi bisa diartikan sebagai suatu sistem yang dipergunakan oleh suatu negara yang bersasaran  untuk mengalokasikan sumber daya yang dipunyai kepada individu maupun organisasi yang terkandung di negara tersebut. Berarti, sistem ekonomi Indonesia adalah suatu sistem yang dipergunakan oleh negara kita yang sasarannya untuk mengalokasikan berbagai macam sumber daya yang negara kita miliki kepada setiap penduduk negara Indonesia.


Walaupun secara kesemuaan sistem ekonomi mempunyai berbagai macam macam jenis dan turunannya, secara umum suatu sistem ekonomi mempunyai 3 macam jenis yakni sistem ekonomi kapitalis, Sistem ekonomi sosialis, dan sistem ekonomi campuran.

Sistem ekonomi sosialis bercirikan wewenang serta campur tangan negara yang besar terhadap perekonomian, sementara sistem ekonomi kapitalis bercirikan wewenang swasta dan masyarakat yang bebas bersaing dalam mendapatkan laba dan campur tangan pemerintah sangatlah minim, sementara sistem ekonomi campuran adalah paduan dari kedua sistem ekonomi tersebut dan ialah sistem ekonomi Indonesia.

Sistem Ekonomi Campuran Sebagai Sistem Ekonomi Indonesia


Indonesia sebagai salah satu negara yang ikut bersaing dan berjuang dalam perekonomian global menganut sistem ekonomi campuran yakni suatu sistem ekonomi yang memadukan antara kedua sistem perekonomian tersebut. Ciri dari sistem ekonomi Indonesia yang ialah sistem ekonomi campuran dengan berlandaskan pancasila diantaranya adalah ;
  • Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
  • Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
  • Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
  • Sumber-sumber kekayaan dan keuangan negara dipergunakan dengan permufakatan lembaga-lembaga perwakilan rakyat, serta pengawasan terhadap kebijaksanaannya ada pada lembaga-lembaga perwakilan pula.
  • Warga negara mempunyai kebebasan dalam memilih pekerjaan yang diingini serta mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak.
  • Hak milik perorangan diakui dan pengambilan faedahnya tak boleh berperihalan dengan kepentingan masyarakat.
  • Potensi, inisiatif dan daya kreasi setiap penduduk dikembangkan semuanya dalam batas-batas yang tak merugikan kepentingan umum.
  • Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.

Sistem Ekonomi Lain yang Terdapat Dalam Sistem Ekonomi Indonesia


Selain daripada sistem ekonomi campuran yang berasakan pancasila, dalam sistem ekonomi Indonesia juga masihlah ada sistem ekonomi lain yakni sistem ekonomi syariah dan sistem ekonomi tradisional. Sistem ekonomi syariah mempunyai ciri yakni sistem perekonomian menganut asas-asas syariah yang tak mengedepankan laba tetapi mengutamakan laba diantara kedua belah pihak dan menghidari hal-hal yang mendekati riba dan hal yang tak baik dalam proses perekonomian.


Dan sistem ekonomi tradisional adalah salah satu sistem ekonomi indonesia yang metode produksi serta perekonomiannya bersifat sederhana dan di dapatkan secara turun temurun, karena masihlah sederhana modal yang di gunakan pun sedikit dan belum mempunyai pembagi kerja yang tak pastii. Dalam sistem ekonomi tradisional kekeluargaan adalah yang utama sehingga tak berlangsung persaingan menjurus tak sehat. Namun karena masihlah sederhana sistem ekonomi tradisional juga mempunyai kelemahan yakni tekhnologi yang dipergunakan masihlah rendah sehingga produktivitas terbatas.