Wednesday, December 23, 2015

Sekolah Saham dan Pasar Modal gratis ? ada, dong !!
sumber gambar : id.wikipedia.com
Pernah tahu Sekolah Pasar Modal atau Sekolah saham gratis di Indonesia ? Sudah gratis, dapat sertifikat, dapat diktat, dapat pula makan siang. Ada, Bro !! ada !! cek saja di Sekolah Pasar Modal IDX (Indonesian Stock Exchange).

nah, lokasinya di mana ?


ada di dua tempat. Di Jakarta, dan di Surabaya. Daftarnya pun lewat online. Cek kontaknya di sini , jikalaulau ini link pendaftaran onlinenya, Bro klik di sini.

Lihat nih, Bro. Paparan mereka perihal Sekolah Pasar Modal.

Sekolah Pasar Modal (SPM) dan Sekolah Pasar Modal Syariah (SPMS) ialah program edukasi dan sosialisasi market modal yang dilaksanakan secara berkala dan bebas biaya oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Seluruh masyarakat umum dapat menjadi peserta SPM dan SPMS sepanjang telah melaksanakan pendaftaran sesuai dengan syarat dan ketentu sajaan yang berlaku.


TUJUAN KEGIATAN

Sekolah Pasar Modal (SPM)

· Memberikan info yang benar perihal market modal Indonesia
· Meningkatkan pemahaman masyarakat perihal investasi di market modal
· Meningkatkan jumlah investor di market modal Indonesia

Sekolah Pasar Modal Syariah (SPMS)

· Memberikan info yang benar perihal market modal Syariah Indonesia
· Meningkatkan pemahaman masyarakat perihal investasi Syariah di market modal
· Meningkatkan jumlah investor Syariah di market modal Indonesia

DESKRIPSI KEGIATAN


Sekolah Pasar Modal (SPM)

Diselenggarakan selama satu (1) hari dari jam 09.00 – 16.00 WIB dan tersusun dari dua (2) level:

· level 1 untuk masyarakat yang ingin mengetahui gambaran umum market modal dan cara berinvestasi di market modal Indonesia

· level 2 untuk masyarakat yang telah menjadi investor di market modal Indonesia

Sekolah Pasar Modal Syariah (SPMS)

Diselenggarakan selama satu (1) hari dari jam 09.00 – 16.00 WIB dan tersusun dari dua (2) level:

· level 1 untuk masyarakat yang ingin mengetahui gambaran umum market modal Syariah dan cara berinvestasi secara Syariah di market modal Indonesia

· level 2 untuk masyarakat yang telah menjadi investor Syariah di market modal Indonesia

Setiap peserta SPM maupun SPMS akan mendapatkan sertifikat aktivitas jikalau memenuhi syarat dan ketentu sajaan yang berlaku.






www.richwayout.blogspot.com (artikel investasi)

Friday, December 25, 2015

Memilih Sekuritas Memilih Broker Saham
Wow ! Selamat bergabung dengan blog ini. Blog yang mengulas perihal sejumlah pernik investasi secara renyah dan gurih. Kayak krupuk udang aje, Man ! hehehe .

sumber gambar : marketbisnis.com
Anyway ... sesudah memutuskan berinvestasi dengan saham, kita akan segera "menyangkut intim" dengan Broker atau maselesai yang bernaung dalam sekuritas. Nah !! Sekuritas mana yang akan kita pilih ? Eng-Ing-Eng ! Glodag ! 
Saat ngikut Sekolah Pasar Modal di IDX dulu, Ane sempat mengusulkan pertanyaan ini kepada narasumber, Bro. Dan narasumber itu memberi saran, 

  1. Cari sekuritas bonafid. Bonafid dalam arti dia mempunyai reputasi atau "jaminan lebih" di antara sekuritas lain. Apa itu "Jaminan Lebih", beliau mengartikan sekuritas yang bernaung atau menjadi anak cabang BUMN. Nah ! cari itu ! ada BNI Security, ada Mandiri Security, dan lain-lain. Sedangkan factor reputasi bisa dilihat dari track record securitas tersebut saat melawan berbagai macam macam krisis keuangan. Semisalnya tahun 1998, tahun 2008, atau 2013 kemarin. Bisa juga milih sekuritas yang sukses memenangkan predikat sekuritas paling baik dalam sejumlah tahun terakhir. Nah !
  2. Cari Sekuritas yang deket dengan lokasi Ente. Jangan sampe suntuk karena jarak, Bro ! karena tentu saja saja yang namanya sekuritas tak terletak di semua kota. Hanya kota-kota tertentu saja yang mempunyai sekuritas.
  3. Cari yang gampang atau enak dipake komunikasi. Pengalaman Ane saat milih sekuritas, orang-orang di sekuritas tersebut pada asik-asik semua. Dia nyuruh Ane nganggep itu kantor sekuritas sebagai kantor sendiri. Bikin mie rebus bisa, bikin kopi bisa, teh bisa, gratis pula ! hehehe. Apalagi memanglah itu sekuritas deket banget dengan tempat ngantor.
  4. Besaran fee transaksi. Besaran fee transaksi ini Beti alias beda-beda tipis untuk sendiri-sendiri Sekuritas. Besaran layanan itu terkait pula dengan servis terhadap nasabah. Apakah full pendampingan, pendampingan sebahagian, ataukah dilepas bebas seperti burung elang di angkasa (halah ! macam apa pula ini !). Ada yang 0.25% beli, ada pula yang 0.3%, 0.35%. Ada pula yang jual 0.3%, 0.4%. Pilihan itu pada kita, Bro ! bukan pada Satpol PP !!
selanjutnya pertanyaan lain yang biasa diajukan saat mau gabung sekuritas ialah, "berapa duit sih kita bisa buka Rekening Dana Investor ?" Nah ! kalo yang ini beda-beda, Bro. Ini juga mesti kita pake pertimbangan buat milih sekuritas. Ada yang 25 Juta, ada yang 15 Juta, ada yang 10 Juta, ada juga yang 5 Juta. Tetetapi walaupunpun demikian, biasanya sekuritas yang mensyaratkan duit cukup gede tersebut ngasih tips,

"Woi, Mas. 25 juta itu mah di atas selembar kertas buluk ini aje. Ente masukin dulu 25 juta, ntar bisa ditarik lagi, bisa  cuman 5 juta ente tinggalin disitu buat beli saham, yang 20 dibalikin lagi ke rekening bank," Nah !!! ketahuan ! gitu-gitu mereka juga bagian korporasi yang pengen narik nasabah sebanyak mungkin ! iya, Kan ?! Nggaaaakk !

Tapi terus terang Ane ada tips buat ente-ente. Pengen modal 500 ribu bisa daftar di sekuritas ? 
"ah, apa bisa ?" 
Bisa, Bro ! bisa ! tata caranya ente ikut Sekolah Pasar Modal dulu. Nah, para sekuritas itu sudah punya MOU alias memorandum of understanding, bagi siapa saja yang pernah ngikut sekolah itu dan dapet sertifikat, dengan duit cuman 500 ribu bisa daftar dan ngedapetin Rekening Dana Investor. Biasanya saat sekolah market modal, ada aja sekuritas yang buka booth disitu buat narik calon nasabah baru. Tertarik ?!



www.richwayout.blogspot.com (artikel investasi)

Wednesday, December 23, 2015

Saham, antara Deviden dan Capital Gain
Sekarang, investasi saham sudah mulai rame, dan bahkan sudah menjadi gaya hidup di golongan investor-investor muda. Apa sih pengertian saham ? apa pula yang ingin diraih dari saham ?

Saham ialah  satuan nilai atau pembukuan dalam berbagai macam instrumen finansial yang merujuk pada bagian kepemilikan satu perusahaan. Tekhnik gampangannya, dengan membeli saham, anda turut serta menjadi pemilik perusahaan, Right ?, walaupunpun prosentase kepemilikan cuma sekian nol koma persen, yang jelas, porsi kepemilikan anda dicatat oleh lembaga pencatat. Dan jikalaulau ada RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham), anda punya hak untuk berpendapat. Tapi catet, kalo porsi kepemilikan saham kecil, kecil pula berkemungkinan pendapat ente didengar. Yang jelas RUPS pastii nyediakan makanan, lah. 

Lantas, apa yang anda cari dari saham ? yang dicari dari saham ada dua, yakni :
  1. Deviden alias bagi hasil laba.
  2. Capital gain.
Deviden ini boleh kita sederhanakan pengertian macam koperasi bagi-bagi SHU alias sisa hasil usaha, sedangkan Capital gain ialah selisih harga pada saat beli dengan harga mutakhir sekarang. Capital gain bisa menjadi capital loss jikalaulau saja nilai saham yang kita beli di masa lalu menjadi turun di masa tiba. 

Berapa sih rata-rata imbal hasil investasi di dunia per-saham-an ini ?
berdasar pengalaman, rata-rata pertahun antara 20 % imbal hasil cuma dari capital gain. Sedangkan dari Deviden, rata-rata umum perusahaan membagi deviden di kisaran 2 %, walaupunpun ada pula kasus yang membagi deviden hingga nyaris 10 % dari nilai saham saat itu. Wow ! legit benar, Bro. Mana ada yang ngasih bonus 10 % setahun untuk investasi. Deposito aja cuman 6 % (Kasus ini kasus deviden Bank Jatim (BJTM) dan Bank Jabar Banten (BJBR). 


Capture screen on : googling Deviden Bank Jatim

Hayo ! jangan cuma mikirin laba ! Pada dasarnya investasi Saham ialah investasi yang mempunyai tingkat resiko tinggi. Bukan cuma laba yang membayangi, kerugian juga menghadang jikalau perhitungan kita tak sesuai dengan pergerakan market. Yang jelas, berinvestasi saham mesti dimulai dari pengetahuan, dan pengetahuan yang cukup pastiilah akan meminimalkan resiko. Toh, tak ada pekerjaan yang tak beresiko, kan ? Tukang Pijit aja punya resiko keseleo jempol !



www.richwayout.blogspot.com (artikel investasi)

Thursday, December 24, 2015

Membeli saham lebih mudah daripada gabung perguruan pencak silat
"Membeli saham susah, tidak, sih ?" jawabannya, "Susah ! jikalaulau anda sudah tidak niat !" hehehe, Sorry, becanda. Membeli saham itu gampang. Mudah campakkanet. Meskipun tak segampang membeli kacang goreng.  

Nah,  gimana tata caranya, Bro ?
Begini-begini. Membeli saham itu tidak bisa langsung kayak mau beli rokok di minimarket atau warung kelontong tetangga sebelah. Membeli saham itu mesti lewat perantara, istilah kerennya Broker atau Perantara Efek, istilah marketannya maselesai-lah. Broker-broker ini banyak banget sehingga Ente mesti berhati-hati. Broker yang kita pilih mesti broker yang sudah terdaftar di BEI (Bursa Efek Indonesia)/ IDX (Indonesian Stock Exchange). Dimana kita ngelihatnya ? Ah, jaman sudah era digital lihatnya mesti lewat website resmi IDX dong, Bro. Dimana ? Ah, kok masihlah nanya juga ! di sini-di sini, ane cariin klik aja !   Disitu ada Profil anggota bursa alias Broker yang bisa kita pilih.


Sebenarnya mengapa kita mesti beli lewat Broker, sih ?. Nah pertanyaan ini pertanyaan yang nyaris Ane tanyakan waktu sekolah market modal dulu. Logikanya gini, Bro. Sama aja kita mau beli Obat Cacing Kremi, Bro. Kita tidak bisa beli obat cacing ke Pabrik Obat Cacing Kremi, kan ?. Kita beli lewat kios, supermarket, atau apotek, atau kios kelontong sebelah rumah Pak RT. Nah, Dunia per-saham-an ini punya aturan supaya tidak semua orang bisa ngejual saham. Bisa lebih enak diawasi, apalagi dunia pe-saham-an ini mempunyai tingkat resiko tinggi dengan duit yang tidak sedikit. Iya, kan ?

Ibaratnya gini, kita mau beli saham Telkom. Nah, Kita pergi ke Supermarket Saham. Di tempat itu ada booth-booth atau petak-petak. Nah, pemilik petak-petak atau booth-booth itu ialah Para anggota Bursa alias Broker. Nah, tempat bernaung dari Anggota Bursa itu, yakni wujud "bleger" fisik dari Supermarket Saham itu bisa kita ibaratkan sebagai Bursa Efek Indonesia. Nah, posisi-posisinya seperti itu.

Nah, terus jikalaulau mau beli, gimana ? katanya gampang !!
Gini. Ente tinggal milih trader efek/ perantara/ sekuritas perantara saham. Disitu ente daftar ! GRATIS !! paling cuman gantiin materai sejumlah enam biji. Terus disitu ente ngisi formulir, ngisi biodata, ngisi juga nomer rekening.
Nah !! PERHATIAN !! Rekening ini rekening Bank Ente yang akan dipergunakan untuk keluar-masuk transaksi. Rekeningnya gak boleh beda-beda. Rekening bersifat satu pintu. Nah, ente mengisi aplikasi di sekuritas/ broker ialah untuk membikin RDI alias Rekening Dana Investor. Rekening ini HARUS terpisah pula dari rekening sekuritas. Kesimpulannya gini, ente punya rekening di bank, dan ente nanti dibikinkan Rekening Dana Investor (RDI). Setiap Transaksi cuma akan dilaksanakan antar dua rekening itu. Semisalnya ente mau beli saham, Rekening Bank ente mesti transfer dulu ke RDI. Di RDI otomatis masuklah uang itu. Duit yang masuk itu nantinya bisa dipake beli saham via online atau pemesanan di sendiri-sendiri sekuritas. Begitu pula kalo mau ngejual saham. Saat ente jual saham, Duit itu akan masuk ke rekening RDI. Dari RDI ente mesti narik uang itu dulu supaya masuk ke rekening Bank Ente pada saat ngisi aplikasi formulir pendaftaran di Sekuritas. Paham ?

Proses daftarnya lama tidak, sih ?
Pengalaman Ane, kurang dari seminggu sesudah ngisi aplikasi, kita akan diverifikasi kantor pusat sekuritas via telpon. Nah, sesudahnya, nomor rekening RDI akan dikirim via e-mail. Setelah RDI disebutkan jadi, segera kita sudah mulai bisa bertransaksi saham.

Adalagi, Bro ! Selepas aplikasi formulir selesai, sejumlah hari ke depan, ente juga akan dikirimi kartu AKSES, bukan ASKES loh ya !, disitu ente bisa cek via online kepemilikan saham ente dan segala info valid menyangkut dunia persahaman Indonesia.


misal Kartu AKSES


Oke ?
www.richwayout.blogspot.com (artikel investasi)