Tuesday, December 30, 2014

Ekspor Ikan Pindang dan Patin Targetkan AS dan Eropa
 Siapa yang tak kenal ikan sari pati patin dan pindang yang termasuk dalam hasil laut Indonesia ya Ekspor Ikan Pindang dan Patin Targetkan AS dan Eropa
Ikan Indonesia
Siapa yang tak kenal ikan sari pati patin dan pindang yang termasuk dalam hasil laut Indonesia yang cukup populer dan berperan penting dalam perekonomian karena konsumsi dalam negeri akan ikan sari pati patin dan pindang semakin lama semakin meningkat.

Dan saat ini pihak Kementrian Kelautan dan Perikanan akan berusaha untuk menembus market hingga ke luar negeri terutama sekali ke Amerika Serikat dan juga market Eropa. Sebagai info, selama ini cuma ada 3 jenis ikan yang terus diusahakan oleh pemerintah kita untuk dapat menembus market luar, yakni ikan pindang, sari pati patin, dan juga ikan bandeng. Di lain pihak, di wilaya Sumatera Utara juga terkandung jenis ikan teri yang dekat disebut teri Medan yang sudah dilirik untu dapat digenjot juga hingga dimarketkan ke mancanegara. Dan sebahagian sudah diekspor ke berbagai macam negara tetangga.

Seperti yang diutarakan Saud Hutagulung dari pihak Dirjen Pengolahan serta Pemasaran Hasil Perikanan mengatakankan bahwasanya negara yang menjadi target pemasaran adalah China, Jepang, Amerika Serikat, dan juga Uni Eropa.

Ia mengatakankan "Tujuan utama pemasaran bandeng adalah Amerika Serikat, dan target lainnya adalah Timur Tengah dan Afrika. Dan Tren market tampak terus meningkat", ungkapnya.

Dari sisi lain, pemerintah masihlah membatasi bahwasanya hasil ikan yang akan diekspor cuma sebesar 30% saja dari total produksi selama satu tahun. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan konsumsi dalam negeri tetap menjadi prioritas yang dalam hal ini terletak diangka 70%.

Pemerintah juga tak tanggung-tanggung dalam mewujudkan masyarakat yang gemar makan ikan, terbukti dari anggaran sebesar Rp. 600 juta yang diputuskan oleh pemerintah dalam rangka penyediaan ratusan cold storage yang diperuntukkan kepada industri pengolahan ikan di berbagai macam wilayah.

Sunday, December 21, 2014

Permasalahan di Sektor Ekonomi Indonesia
Sektor Ekonomi Indonesia - Menurut Presiden, dalam sistem ekonomi kapitalisme belum terkandung unsur keadilan. Maka dari itu dalam masa pemeritahannya beliau tak menyerahkan semuanya ekonomi ke mekanisme market. Kepala negara yang telah menjabat selama dua periode berturut - turut ini mengungkap bahwasanya beliau berkepercayaan kuat untuk tak akan menyerahkan ekonomi semuanya ke market. Menurutnya keadaan market belum terlalu bagus untuk menjalankan tugas berat tersebut. Dan dapat dilihat di mana pun contohnya ketika strategi itu diaplikasikan pastii menemui kegagalan. Pernyataan tersebut diutarakan saat bersilatuhrahmi dengan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin ( 4/11/2013 ). 

Tapi beliau menyadari ekonomi akan menjadi lebih efisien ketika diserahkan ke mekanisme market. Sebab dengan begitu aktifitas monopoli akan susah berlangsung. Seperti layaknya satu pilihan yang susah, langkah orang nomor satu di Indpnesia itu juga bukan tanpa kekurangan. Karenanya di sini perlu keseimbangan antara pemerintah dengan mekanisme market. Dimana pemerintah bertugas  mengatur regulasi, menambah infrastruktur dan mendorong pelaku market sehingga tercipta kesinambungan diantara kedua belah pihak.

Beliau berharap pula para pelaku market senantiasa menjalankan tugasnya dengan teratasinya masalah rakyat. Sebagai contoh penerapannya, Presiden ingin tercipta kestabilan harga dengan menjaga persediaan komoditi domestik. Ditegaskan juga bahwasanya peran pemerintah selain  membikin regulasi juga menolong dalam hal anggaran. Tidak adil jikalau pemerintah menjalankan semua tugasnya  namun pelaku bisnis kurang memberi kontribusi. 

“Asal kita saling bekerja sama, kestabilan harga, pangan, energi, dan lain - lain pastii dapat tertangani dengan baik,” imbuh beliau.

Sementara itu di lain pihak Riza Suarga, Ketua Komite Tetap Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mengutarakan guna memperbaiki fundapsikis ekonomi Indonesia pemerintah diminta melaksanakan tindakan radikal. Namun dalam kenyataannya di situasi mendekati pemilihan umum pemerintah sekarang dinilai kurang mengambil tindakan tersebut. Ia menuturkan tindakan itu dapat dimulai dengan memperbaiki nilai tukar rupiah. Mengingat saat ini nilai mata uang Indonesia terhadap dollar kian tak menentu.

Setelah acara diskusi masalah polemik Upah Minimum Provinsi pada hari Sabtu (2/11/2013) di Jakarta,  dia kembali mengatakankan bahwasanya tim kerja ekonomi pemerintah ialah tim ekonomi penakut. Namun disamping itu, ia menambahkan rakyat tak bisa serta merta menyalahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Formula pembenahan ekonomi saat ini tak relevan lagi.” ungkap Riza.

Sedangkan sebahagian pihak menyayangkan sejumlah kebijakan pemerintah terhadap devisa bebas. Hal ini selanjutnya dijadikan alasan dibalik ketakstabilan nilai tukar rupiah saat ini. Akibatnya berimbas tehadap harga barang kebutuhan dari sektor komoditi impor yang kian melonjak tajam. Dari sejumlah keterangan di atas semestinya segenap bangsa Indonesia segera sadar dan berbenah. Mulai dari pemerintah, pelaku bisnis dan semua rakyat diminta bahu - mambahu menuntaskan masalah yang paling menjadi momok negeri ini, yakni sektor ekonomi.

Saturday, December 6, 2014

Rp. 1,1 Triliun Diserap Antam Untuk Belanja Modal

PT. Aneka Tambang Tbk ( Antam ) telah mempergunakan dana belanja modal sebesar Rp. 1,1 triliun pada semester I tahun 2013, hal ini sudah melahap 18,48 % dari total alokasi dana di tahun ini yang besarnya mencapai Rp. 5,95 triliun.

76 persen dari belanja modal atau Capital expenditur/capex akan dipergunakan untuk pengembangan, 16 persennya untuk investasi rutin, dan selebihnya akan ditangguhkan terkait dengan aktivitas eksplorasi yang diungkapkan oleh Antam Tato Miraza, Direktur Utama PT Aneka Tambang, Tbk.

“Realisasi capex semester I-2013 merefleksikan tahap Perusahaan yang dalam keadaan tengah merasakan perkembangan. Kami mempunyai komitmen kuat untuk tetap bertumbuh dengan tetap memperhatikanlah prinsip prudent dalam merealisasikan proyek-proyek pengembangan yang bersifat hilir dan melaksanakan aktivitas eksplorasi untuk menambah nilai pemegang saham di tengah keadaan harga komoditi sekarang ini yang sedang bergejolak tak baik,” tandasnya pada kitas kemarin saat acara keterbukaan info.

Kegiatan Antam yang berdampak pada alokasi capex adalah dana yang dipergunakan untuk perluasan pabrik FeronikelPomalaa ( P3FP ) hal ini dilaksanakan pada 6 bulan pertama kali dan melahap biaya sebesar Rp 322 Miliar dan pengembangan Proyek Feronikel di Halmahera Timur dengan total biaya yang diperlukan sebanyak Rp. 200 miliar.

Penggunaan dana rutin yang lain untuk capex adalah dipergunakan bisnis pertambangan (UBP) emas dengan biaya belanja modal paling besar yakni Rp 105 Miliar, unit bisnis pengolahan pemurnian ( UBPP ) Logam mulai sebesar Rp 24 Miliar dan 17 Miliar yang dialokasikan untuk UBP Nikel Sulawesi Tenggara. 

Tato Miraza mengecap bahwasanya akibat rendahnya serapan capex pada semester I-2013 dikarenakan perseroan mempraktekkan program efisiensi yang berfokus pada keyinitiatives serta realisasi di proyek P3FP danproyek Feronikel Halmahera Timur. Terhadap dua proyek tersebut, perseroan masihlah memfokuskan terhadap pekerjaan awal.

Sampai dengan akhir Juni 2013, konstruksi proyek-proyek utama Antam masihlah sesuai dengan yang dijadwalkan. Dan proyek yang dimaksud dalam hal ini adalah Chemical GradeAlumina (CGA) Tayan, proyek Feronikel Halmahera Timur, proyek perluasan pabrik FeronikelPomalaa, yang juga melingkupi pembangunan PLTU Pomalaa.

Proyek CGA akan melaksanakan Konstruksi proyek dan hasil CGA Tayan saat ini telah mencapai 95 persen, sedangkan proyek Feronikel Halmahera Timur konstruksinya bisa dibilang baru ‘bayi’ yakni sebesar 5 persen, dan perluasan pabrik FeronikelPomalaa saat ini sudah mencapai 27 persen per akhir Juni 2013.

Wednesday, October 15, 2014

Sistem Perekonomian Indonesia Pada Masa Penjajahan Belanda
Sistem perekonomian Indonesia pada masa penjajahan belanda Sistem Perekonomian Indonesia Pada Masa Penjajahan Belanda

Sistem Perekonomian Indonesia - Memang ada sedikit perbedaan yang cukup menjadi perhatian kita menyangkut sejarah sosial dan sejarah politik di Indonesia dibanding dengan sejarah perekonomian Indonesia pada masa silam. Perbedaan itu tampak dari kurangnya para peneliti ekonomi dan sejarahwan dalam mempelajari sejarah ekonomi khususnya pada masa kolonial Belanda. Padahal di negara-negara bagian Asia Selatan banyak sekali dilaksanakan penelitian menyangkut dampak kekuasaan kolonial Belanda terhadap situasi ekonomi di saat mereka masihlah berkuasa di sejumlah negara tersebut.

Sebagai contoh di negara India. Menurut berbagai macam laporan penelitian dalam hal sejarah perekonomian India, rupanya kebijakan – kebijakan ekonomi di India saat ini banyak juga didampaki oleh hasil studi ekonomi pada saat Belanda masihlah menguasai India. Ternyata terkandung berbagai macam dampak positif dari hasil penerapan menurut hasil penelitian tersebut. Mungkin hal ini bisa menjadi contoh bagi bangsa kita khususnya bagi para ekonom dan peneliti ekonomi untuk bisa mempelajari sejarah ekonomi bangsa kita lebih mendalam lagi.

Kajian Tentang Sistem Perekonomian Indonesia di Masa Kolonial Belanda


Sebagai hasil dari berbagai macam kajian yang lebih mutakhir menyangkut sejarah perekonomian bangsa kita di masa kekuasaan Belanda pernah disajikalaun dalam suatu konferensi terbuka yang secara khusus mengulas sejarah perekonomian Indonesia.

Yang pertama kali di pertengahan dasawarsa tahun 1960-an terkandung sejumlah arsip Belanda dan Indonesia yang berisikan perihal sistem administrasi pada masa pemerintahan Belanda yang berlangsung pada abda ke-19 dan abad ke-20 yang dibuka untuk umum. Bahkan hasil pengkajian yang lebih mendalam dari arsip – arsip tersebut melahirkan berbagai macam temuan yang membantah berbagai macam pendapat perihal masa silam, contohnya sistem tanam paksa yang menimpa para petani di Pulau Jawa saat itu, banyak sejarahwan yang berpendapat bahwasanya hal itu telah membuat petani di Jawa menjadi lebih miskin, padahal tak demikian.

Termasuk bagian kedua yang menjadi pendorong terhadap bangkitnya kemauan mempelajari sejarah perekonomian Indonesia adalah hasil pengumpulan dan seleksi sejumlah data statistik yang sangatlah besar yang dilaksanakan oleh almarhum P. Creutersebuterg yang ialah seorang pensiunan biro pusat statistik Jakarta yang juga saat itu membawahi sejumlah kelompok ekonom kecil Belanda.

Nah, kelompok itu sukses mengumpulkan statistik perekonomian Indonesia dalam kurun waktu 1816 – 1940 yang selanjutnya mengalihkan perhatian sejumlah ekonom Australia yang saat itu turut mempelajari sejarah ekonomi Indonesia masa kini, justru semakin tertarik untuk terlebih dulu mempelajari data statistik yang dikumpulkan oleh kelompok ekonom Belanda tersebut dalam rangka menjadi acuan untuk mempelajari ekonomi Indonesia di masa kini.

Sejarah Sistem Perekonomian Indonesia di Masa Sistem Tanam Paksa


Menurut sejarah, sejarah perekonomian Indonesia mencatat bahwasanya ditahun 1830 berlangsung kebangkrutan yang dirasakan oleh pemerintah penjajah akibat dari Perang Diponegoro tahun 1825 – 1930 yang ialah perang paling besar di tanah Jawa dan juga Perang Paderi tahun 1821 – 1837 di Sumatera Barat. Kemudian Jendral Van den Bosch sebagai Gubernur saat itu mendapatkan izin untuk mempraktekkan Sistem Tanam Paksa atau yang disebut dengan Cultuur Stelsel yang mempunyai sasaran utama untuk menutupi defisit dari besarnya anggaran pemerintah serta untuk mengumpulkan kembali kas pemerintahan yang habis terpakai.

Sebenarnya sistem tanam paksa ini lebih kejam dan lebih keras dibanding dengan sistem monopoli VOC sebab adanya sasaran kebutuhan pemasukan negara yang memanglah sangatlah diperlukan saat itu. Jika dalam masa monopoli VOC para petani diwajibkan menjual hasil tertentu saja dari pertaniannya kepada VOC, maka di masa tanam paksa ini pemerintah sekaligus yang memutuskan harganya. Akibatnya matinya perkembangan sistem market yang bebas.

Sistem tanam paksa ini juga banyak dijadikan contoh sejarah klasik yang menindas rakyat Indonesia khususnya petani di Jawa saat itu. bersama memaksa para petani untuk bekerja hingga 4 kali lebih lama dari jam kerja biasa dengan sasaran pokok supaya kapasitas hasil pertanian meningkat demi untuk menambah keadaan ekonomi pemerintahan Belanda saat itu.

Memang dari hasil sistem Tanam Paksa ini sukses menambah sejumlah komoditi pertanian hingga dapat dieskpor ke Eropa, sehingga semakin tinggi penghasilan yang didapatkan oleh pemerintahan Belanda saat itu namun upah yang diberikan kepada kaum petani tak seimbang dibanding tenaga dan jerih payah yang mereka keluarkan di masa sistem tanam paksa tersebut.



Tuesday, October 14, 2014

Permasalahan Pokok Ilmu Ekonomi Regional
Permasalahan Pokok Ilmu Ekonomi Regional - Setiap ilmu pengetahuan mempunyai permasalahan sendiri yang selanjutnya akan dipecahkan. seperti yang diungkapkan oleh Case and Fair (2003) ilmu ekonomi yang tradisional mempunyai 3 pernyataan pokok yang pokok dan perlu dijawab yakni :

1.    WHAT
Permasalahan pertama kali adalah manyangkut dengan apa (what) yang akan diproduksi. Dari sini muncul permasalahan produksi yang ialah salah satu bagian penting dalam ilmu ekonomi.

2.    HOW
Permasalahan kedua adalah menyangkut dengan pernyataan bagaimana (how) barang tersbut diproduksi. Pertanyaan ini menimbulkan masalah pemakaian dan mendorong aktivitas produksi. Termasuk dalam pertanyaan ini adalah tekhnologi produksi bagaimana akan lebih baik dipergunakan, apa padat karya (Labor Intensive) atau padat modal (Capital Intensive).

3.    WHO
Pertanyaan ketiga adalah siapa (who) yang akan mempergunakan hasil produksi tersebut yang menyangkut dengan aspek alokasi dan pemasaran hasil produksi.

Selanjutnya ilmu Ekonomi yang lebih modern mencoba pula menjawab pertanyaan tambahan lainya :

-    Kapan (When) Sebaiknya barang tersebut di produksi. Hal ini mendorong pula timbulnya analisis ekonomi yang bersifat dinamis.

-    Namun demikian, pertnyaan yang sangatlah realistis tetapi belum dapat dijawab oleh Ilmu Ekonomi tersebut adalah di mana (Where) aktivitas itu mesti dilaksanakan dan unutk memenuhi request di mana? Pertanyaan ini sangatlah penting artinya Karena keadaan geografis dan tingkat upah buruh pada umumnya sangatlah bervariasi antara wilayah sehingga pemilihan alokasi juga menentukan tingkat efisiensi aktivitas produksi dan distribusi. Untuk menjawab permasalahan tersebut, para ahli Ekonomi Regional mencoba memuaskan unsure lokasi dan tata ruang ke dalam analisis ekonomi. Hal ini selanjutnya mendorong timbulnya analisis Ekonomi Regional yang memfokuskan pembahasanya pada dampak lokasi dan tata ruang dalam pengambilan keputusan bidang ekonomi dan bisnis.

Setelah mengulasa permasalahan ekonomi regional yang mana di dalamnya juga menerangkan adanya ruang dalam analisis ekonomi, dan kita juga mesti mengetahui peranan – peranan apa yang mesti dipenuhi oleh ruang dalam analisis. Naaaah.. kita akan dapat info di bawah ini.

Peranan Ruang dalam Analisa Ekonomi

    Tidak dapat disangka bahwasanya adanya ruang (space) adalah ialah keadaan yang nyata dan berlaku disemua Negara. Lebih labih lagi pada Negara yang mempunyai luas daerah cukup luas dan sangatlah bervariasi geografinya, aspek ruang menjadi sangatlah penting sekali dalam analisis ekonomi. Pada Negara yang demikian, pengambilan keputusan ekonomi perlu mempertimbangkanlah laba lokasi dan dampak ruang ini secara eksplisit supaya keputusan yang diambil realistis dan tak salah. Hal ini tak cuma berlaku pada Analisa Ekonomi Mikro.

Aspek ruang muncul dalam Analisa Ekonomi Regional dalam berbagai macam bentuk. Dalam analisis yang bersifat mikro, unsure ruang muncul dalam bentuk analisis lokas perusahaan (unit produksi), luas area market, kompetisi antar tempat (Ssari pati patial Competition) dan penentuan harga antar tempat (Ssari pati patial Pricing). Sedngkan dalam analisis yang bersifat makro, unsure ruang ditampilkan dalam bentuk Analisa Konsentrasi Industri, Mobilitas Investasi, dan Factor Produksi Antar Daerah, Pertumbuhan Ekonomi Regional (Regional Growth), Ketimpangan Pembangunan Antar Wilayah (Regional Disparity) dan Analisa Pusat Pertumbuhan (Growth Poles). Walaupun untuk aspek tertentu saja sebenarnya wilayah juga dianalisis dalam Ilmu Ekonomi, tetapi kerangka analisis maupun kesimpulan yang dihasilkan adalah sangatlah tidaklah sama. Karena itulah, dewasa ini Ilmu Ekonomi Regional telah dapat dianggap sebagai ilmu tersendiri dan ialah cabang dari ilmu ekonomi secara kesemuaan.

Untuk dapat menghasilkan Analisa Ekonomi Regional yang kongkrit dan terukur, unsure ruang dapat ditampilkan dalam variable ongkos angkut yang sangatlah didampaki oleh jarak yang ditempuh. Sedngkan jarak dianalisis umumnya dari lokasi bahan baku ke lokasi pabrik dan selanjutnya ke market, maupun dari daerah pemukiman ke market atau tempat kerja. Ongkos angkut tersebut dapat memdampaki biaya produksi maupun harga jual hasil produksi di market. Karena itu, variable ongkos angkut akan memdampaki penentuan produksi optimal (producer Equilibrium) maupun daya saing produk di market (Ssari pati patial Competition).

Variabel selanjutnyayang juga dapat mewakii unsure ruang dalam Analisa Ekonomi Regional adalah perbedaan struktur dan potensi social-ekonomi antar wilayah. Perbedaan karakteristik wilayah ini ialah hal yang bersifat lumrah (natural) dan berlangsung disemua Negara, baik yang sudah maju maupun edang berkembang. Hal ini dapat berlangsung karena peredaan kandungan sumberdaya alam, tingkat kesuburan tanah maupun keadaan social budaya adalah struktur demografi dan tingkah laku masyarakat yang umumnya sangatlah bervariasi antar wilayah. Perbedaan struktur dan potensi wilayah ini sangatlah memdampaki analisis perkembangan ekonomi regional, analisis ketimpangan ekonomi antar wilayah dan analisis Pusat Pertumbuhan. Selanjutnya variable ini tentu sajanya juga akan sangatlah memdampaki formulasi kebijaksanaan pembangunan dan perensanaan wilayah.

Variable lain yang juga sangatlah penting artinya dalam analisis Ekonomi Regional adalah Interaksi Sosial-ekonomi Antar Wilayah (Ssari pati patial Interaction). Interaksi antar wilayah ini dapat berlangsung dalam 4 bentuk yakni:

a.    Perdagangan antar daerah
b.    Perpindahan tenaga kerja atau migrasi
c.    Lalu lintas modal dan
d.    Distribusi inovasi antar wilayah (Ssari pati patial Distribution of Innovation).

Ketiga unsure pertama kali dapat diukur dengan mempergunakan data yang tersedia, sedangkan unsure keempat membutuhkan metode pengukuran tersendiri dengan mempergunakan metode statistic tertentu saja. Variable interksi social-ekonomi antar wilayah ini juga sangatlah penting artinya dalam analisis perkembangan ekonomi regional serta formulasi kebijaksanaan dan perencanaan pembangunan wilayah sebagai mana sudah disinggung di atas.

Sunday, September 28, 2014

Pengaruh Industri Game Online Terhadap Ekonomi Indonesia

Ekonomi Indonesia - Dalam perkembangan pembangunan ekonomi indonesia banyak unit-unit usaha dan industri yang turut memdampaki perkembangan ekonomi indonesia. Beberapa dekade sebelumnya permainan elektronik yang seringkali dinamai game banyak orang mengasumsikan dengan bersenang-senang. Akan tetapi, banyak aspek lainnya yang dapat ditelusuri dari dunia game ini misalnyanya dari sisi aspek pendidikan, pemberdayaan masyarakat, hingga yang paling menrik untuk diperbincangkan adalah dari sisi dunia bisnis. Hal itulah yang akan kita coba bahas dalam artikel ini perihal Pengaruh Industri Game Online Terhadap Ekonomi Indonesia.

Perkembangan Industri Game Online di Indonesia serta Pengaruhnya terhadap Ekonomi Indonesia

Perkembangan Industri Game Online di Indonesia sangatlah pesat. Mulai dari tahun 2010 yang lalu sudah diperkiraan akan menghasilkan sekitar 400 game baru dari 42 pengembang yang sudah ada saat itu, kenyataannya saat ini di awal tahun 2013 terbukti sudah ada lebih dari 900 game yang dibikin dan dikembangkan oleh lebih dari 100 developer game. Perkembangan Game Online di Indonesia yang begitu pesat ini kitangnya masihlah belum mampu menyaingi industri Game Online di luar negeri. Salah satu permasalahan klasik yang dihadapi industri Game Online Nasional adalah proses pengerjaan design game atau perancangan model game. Proses inilah yang ialah proses yang sangatlah penting dalam perkembangannya karena desain game yang bagus akan menjadi media yang sangatlah efektif untuk berbagai macam bidang. Bukan cuma dalam hal hiburan, tetapi juga pendidikan, pemasaran, bisnis, maupun penelitian dan pengembangan. Sehingga Industri Game Online dapat ngasih dampak positif pada perkembangan ekonomi indonesia.

Pondasi Kemajuan Game Online di Indonesia 

Pada dasarnya industri Game Online memanglah tak akan pernah lekang oleh waktu. Lebih-lebih karena game online ini menyasar segmen dari remaja hingga dewasa yang selalu berganti-ganti generasinya. Namun, apa kita sadar jikalau sekarang ini industri game online cuma para gamer saja yang mendapatkan perhatian dari publisher game online. Sedangkan Game Plaza / Game Centre sebagai partner dari publisher justru sebaliknya. Namun ini potensi bisnis yang ditangkap oleh salah satu publisher / developer game online yang sangatlah peduli terhadap perkembangan bisnis industri game online adalah Asiasoft. bersama komitmennya untuk memajukan industri game online tersebut, Asiasoft mensosialisasikan program cybercafe. Ini ialah program bagi pemilik warnet game online (gameplaza / game centre) yang sasaran utamanya adalah menyediakan servis/pelayanan kepada kustomer game online di semua Indonesia. Karna banyak warnet game online bangkrut bukan karena pelayanan publisher game online yang tak baik namun lebih pada pengelolaan dan pelayanan customer yang sangatlah minim dirasakan oleh para gamers ketika bermain di warnet game online biasa.  Hal ini sangatlah berdampak dalam perkembangan dan perkembangan Industri Game Online Terhadap Ekonomi Indonesia pada umumnya.

High Profit Industri Game Online di Indonesia

Sebut saja diantaranya pengusaha warnet game online paling besar saat ini RitteR Cyber Cafe yang beralamat di Tanjung Duren Utara III F Blok C No. 92 Jakarta Barat (Belakang Citraland dan Untar 2) ini adalah bukti kesuksesan dari satu Industri Game Online yang dapat menghasilkan Nett Profit yang maximal sehingga secara tak langsung berdampak positif dalam perkembangan ekonomi indonesia, dengan keterletakan Ritter Cyber Cafe selain ngasih pelayanan paling baik pada gamers yang menikmati Game Online di lokasi tersebut Ritter Cyber Cafe juga telah membuka lapangan pekerjaan bagi kelangsungan bisnis ini..luarr biasa..

Salah satunya lagi seperti P100 Game Plaza yang beralamat di Jl. Moh. Hatta No. 13. RT 01/RW 02 Limau Manis Kampus UNAND Padang Sumatera Barat. Menurut Rizaldy Owner dari P100 Game Plaza semenjak tahun 2005 beliau menjalankan bisnis ini "Kini  warnet Game Centre  yang kita kelola (Warnet Organizer) sudah hampir 120 Game Plaza se-Sumatera Barat dan diperkiraan Bisnis game online di Indonesia dalam tiga tahun hingga lima tahun ke depan masihlah akan terus berkembang seiring dengan semakin gampangnya masyarakat mengakses internet  dan Bisnis ini hasilnya sangatlah menjanjikalaun jikalau dikelola dengan manajemen yang baik". Tidak sedikit dampak ekonomi yang diberikan oleh P100 Game Plaza ini, dengan hampir 25 orang karyawan yang bekerja di perusahaan ini sudah menjadi bukti bahwasanya game online jikalau dikelola dengan manajemen dan pelayanan yang baik akan menjadi satu usaha yang dapat ngasih dampak positif dalam ekonomi indonesia.
 Masih banyak lagi diselurih penjuru nusantara ini para pengusaha-pengusaha muda yang berkiprah dalam pelayanan Industri Game Online yang notabene mereka juga turut andil dalam memicu perkembangan ekonomi indonesia.