Comodity Chanel Index atau yang biasa kita sebut dengan CCI merupakan sebuah tool bawaan dari indicator metatrader. Indicator ini sangat gampang untuk dibaca dan biasanya kalau kita drag akan menjadi kolom secunder atau di bawah dari kolom chart harga. Dengan settingan standart 14, CCI sanggup membaca awal dan akhir dari kekuatan sebuah trend.
Commodity Channel Index (CCI) ialah indikator teknikal yang mulanya dikembangkan oleh Donald Lambert. Awalnya indikator ini memang dikembangkan untuk menganalisis pergerakan komoditi pasar, namun ternyata kemudian berubah menjadi salah satu indikator yang terkenal dan banyak digunakan para trader untuk menganalisis pergerakan indeks saham maupun mata uang.
Kali ini kita akan membahas penggunaan CCI sebagai salah satu alat bantu dalam melaksanakan analisis teknikal. Diharapkan, indikator ini akan membantu meningkatkan kemampuan Anda dalam trading.
Berbagai gaya trader dalam cara membaca CCI, dan saat ini aku akan membahas gayaku sendiri dalam trading memakai indicator CCI dan lebih cenderung digunakan untuk scalping. Pada dasarnya kita hanya membaca pergerakan CCI, jika ke atas maka trend/koreksi lagi naik, demikian juga sebaliknya. Namun di sini CCI bisa kita manfaatkan menentukan kapan waktu kita close.
perhatikan gambar ini :
dalam gambar di atas, nampak terang bagaimana CCI bisa kita gunakan sebagai alat bantu untuk mendeteksi kapan saatnya kita harus masuk pasar dan kapan waktunya kita harus keluar. Intinya pergerakan CCI ialah naik-turun, yang harus kita perhatikan ialah area jenuh, dan kita tunggu hingga menembus level 100 atau -100. Cukup simple memang namun tetap Money managemen dan kesabaran ialah kunci untuk sukses dalam trading.
Semoga artikel ini bermanfaat.
Salam sukses

0 komentar: