Tuesday, November 25, 2014

Perekonomian Indonesia Membaik, Pancing Gairah Perusahaan Ekspedisi

 yang telah terjaga dengan baik dan diikuti pula oleh perkembangan produksi yang terletak di  Perekonomian Indonesia Membaik, Pancing Gairah Perusahaan Ekspedisi
Perekonomian Indonesia - Iklim perekonomian di negara Indonesia yang telah terjaga dengan baik dan diikuti pula oleh perkembangan produksi yang terletak di berbagai macam sektor, menjadi suatu potensi besar bagi perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang ekspedisi multinasional. misalnya perusahaan ekspedisi TNT Ekspress yang belakangan ini semakin memperkokoh kinerja bisnisnya di Indonesia.

Seperti yang disebut oleh Tomy Sofhian sebagai Managing Director TNT Indonesia, saat ditemui dalam jumpa pers di PAD @28 Bar and Restaurant, Jakarta, baru–baru ini. “Kami berfokus untuk bisnis TNT Ekspress ini untuk bisa memperbesar ekspansinya ke negara–negara yang terletak di kawasan Asia contohnya Cina, Jepang dan lebih khususnya di Indonesia. Ini dikarenakan, kita melihat bahwasanyasanya perekonomian di negara – negara tersebut dalam keadaan  yang baik dan itu berbanding dengan negara–negara yang terletak di kawasan Eropa yang kini merasakan perekonomian yang tak stabil,” ujarnya

Tomy juga menyadari akan hal persaingan di bisnis ekspedisi ini, mengingat banyak juga perusahaan – perusahaan besar yang berjalan dengan bisnis yang sama di mana ini akan membikin persaingan semakin ketat. Namun Tomy justru melihat bahwasanyasanya hal tersebut adalah satu tantangan yang bagus untuk perusahaan bisa mengubahnya menjadi satu potensi yang bagus untuk bisa merajai market ekspedisi.

“Tantangan bisnis seperti itu akan selalu ada dalam persaingan sekarang ini. Namun yang menjadi kendala paling besar di bisnis ekspedisi ini adalah menyangkut infrastruktur. Suka atau tak suka, bisnis yang kita jalankan ini, menyangkut langsung dengan negara lain dan juga membutuhkan tingkat kepercayaan tinggi dari para pelangan kita,” katanya.

Dia menambahkan, bahwasanyasanya TNT Ekspress saat ini sudah mempunyai kemampuan untuk terus memperkuat impor, ini demi tercapainya sasaran utama dari perusahaan untuk menjadi Spesialis Impor Ekspress terdepan yang terletak di Indonesia. Bentuk yang ditawarkan oleh TNT Ekspress, lanjutnya, terintegerasi dengan semua produk yang juga menyangkut dengan pengiriman lewat udara, dari mulai yang beratnya kecil hingga sampai dengan produk prioritas dengan layanan premium.

“Memilih jasa kita ialah salah satu hal yang terpenting, karena kita memegang hal yang menjadi acuan kita yakni kepasan pengantara. Bukan cuma hitungan hari tetapi jam. Kami mesti mengirim ontime. Ini sebagai satu potensi bukan cuma untuk kita saja, namun perusahaan lain yang bergerak di bidang yang sama,” ujar Tomy menutupi.
.

Sunday, November 23, 2014

Chatib : Makro Perekonomian Indonesia Baik, Namun Belum Optimal

 Keadaan perekonomian makro Indonesia dianggap sudah dikelola secara baik dan benar Chatib : Makro Perekonomian Indonesia Baik, Namun Belum Optimal

Perekonomian Indonesia - Menurut penilaian Kementrian Keuangan (Kemenkeu) Keadaan perekonomian makro Indonesia dianggap sudah dikelola secara baik dan benar. Walau demikian, itu tak berarti bahwasanyasanya perekonomian Indonesia itu tak mempunyai masalah – masalah dan mengakibatkan perekonomian Indonesia tertahan.

Seperti yang disebut oleh Chatib Basri, Menteri Keuangan (Menkeu), walaupunpun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN-Perubahan telah disetujui oleh DPR, namun tampak pada kuartal ke dua ditahun ini masihlah ada dampak melambatnya dari gairah perkembangan ekonomi Indonesia. Menurut dia, semua ini diakibatkan dari asumsi makro yang belum optimal seperti yang kita harapkan.

“Banyak dan kurang pada perekonomian makro Indonesia cukup bisa untuk dikelola. Namun tak mungkin bila kita mengatakankan bahwasanya kita tak mempunyai masalah,” kata Chatib Basri saat menjadi pembicara utama dalam satu acara Euromoney Seminar yang dilaksanakan di Jakarta, Kamis (27/06).

Chatib juga mengatakankan, perihal masalah tersebut yakni twin defisit yang berlangsung ini telah dirasakan selama sejumlah bulan terakhir ini. Paling utama, defisit yang telah berlangsung pada perdagangan karena besaran impor minyak yang dilaksanakan.

“Ditambah lagi dengan masalah – masalah yang kita khawatirkan di tahun lalu telah berlangsung pada delapan bulan lalu, yakni pergerakan defisit neraca perdagangan didorong oleh jumlah besarnya impor minyak yang diberlaksanakan,” kata Chatib.

Dia juga memperjelas perihal impor minyak yang terus meningkat namun pada substansinya ini bukan cuma karena berlangsung perkembangan request konsumsi domestik, namun juga ada di akibatkan oleh perkembangan yang terus tampak menanjak naik dari sekitor otomotif dan migrasi dari subsidi Non-Bahan Bakar Minyak (BBM) ke BBM yang bersubsidi yang disparitas harganya cukup lumayan besar.

Terakhir Chatib mengatakankan perihal masalah ini dilihat dari sisi neraca transaksi yabg berjalan yang di mana ini juga merasakan defisit. Ini juga karena melihat dari banyaknya arus modal yang masuk namun tak diimbangi dengan nilai rupiah yang cuma terus saja tergerus jatuh.

“Apalagi perihal disparitas harga ini juga memicu upaya penyelundupan BBM bersubsidi.” Ujar Chatib mengakhiri.


Saturday, November 22, 2014

IBC Berkumpul Bahas Prospek Perekonomian Indonesia Kedepan
Perekonomian Indonesia - IBC (Intellectual Business Community) melaksanakan pertemuan rutin dengan para pengusaha yang ada di Indonesia dengan bersasaran untuk mengedepankan upaya berbagi pengalaman dan juga pendapat dalam rangka memajukan bisnis dan daya saing yang erat hubungannya dengan perkembangan ekonomi Indonesia. bersama begitu, maka perusahaan - perusahaan yang ada dalam negeri bisa bersaing ke kancah internasional dalam dunia bisnis sekarang ini.


Seperti yang disebut oleh Bayu Prawira Hie sebagai Executive Director IBC, Komunitas ini adalah ialah suatu tempat jaringan persobatan yang solid bagi para pengusaha dan juga eksekutif tangguh yang terletak di negeri tercinta kita ini. Adapun maksud dan sasaran dari terbentuknya IBC adalah satu prospek pandangan ke depan untuk menekan pada upaya membangun suatu persobatan antara para pengusah dan juga eksekutif di Indonesia.

“bersama terjalinnya persobatan yang kuat ini, kita bertekad untuk membangun intelektual pengusaha dengan cara yang lebih bagus baik itu secara logika ataupun emosi. Ini ditujukan supaya bisa saling mendukung untuk satu kesuksesan bersama dan kemajuan negara Indonesia,” ujar Bayu saat acara IBC 7th Anniversary yang di adakan di Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta, pada hari Selasa (25/6).

Bayu juga menambahkan, bahwasanya IBC melaksanakan pertemuan yang rutin dilaksanakan dengan para pengusaha dan eksekutif dalam satu konteks untuk saling berbagi pengalaman, ilmu bisnis, dan juga pendapat. IBC juga banyak mempergunakan artikel – artikel dari Harvard Business Review sebagai sumber referensi dan ilmu pengetahuan  manajemen modern yang kita harapkan bisa mendongkrak perusahaan Indonesia untuk bersaing secara global.

Referensi dan tambahan wawasan kita bukan cuma bersumber dari artikel – artikel tersebut, Bayu juga mengatakankan bahwasanya secara berkesinambungan IBC menyebarkan ilmu – ilmu kepemimpinan dan juga manajemen modern dengan cara melaksanakan talkshow yang mengundang pembicara dari para CEO perusahaan besar dan terkadang juga para menteri.

“Acara talkshow itu mengulas akan topik – topik yang banyak diperlukan oleh masyarakat golongan bisnis, mulai dari diskusi perihal penerapan ide dari artikel referensi dari Harvard Business Review dalam pelaksanaannya di bisnis yang ada di Indonesia.” ujarnya menutupi

Forum para pebisnis yang ada di Indonesia ini, supaya diketahui bahwasanyasanya IBC dibangun pada bulan Juni di tahun 2006 oleh Bayu Prawira, waktu pendiriannya ini didukung oleh 9 orang Advisors atau penasehat. Sekarang ini IBC sedang merayakan hari jadinya  yang ke 7 tahun dan akan memasuki tahun ke 8 semenjak berdirinya.


Thursday, October 30, 2014

Berita Ekonomi : Cadangan Minyak Indonesia Tak Cukup Untuk Konsumsi Dalam Negeri
Berita Ekonomi - Informasi yang cukup memprihatinkan ini disampaikan oleh Lukman Mahfoedz sebagai Ketua Umum Indonesia Petroleum Asscociation (IPA). Lukman menerangkan bahwasanya cadangan minyak di negara kita saat ini cuma tersisa 52% yang berarti cadangan sebesar itu tak akan cukup untuk menutup produksi tahun berjalan.

Lukman menerangkan juga bahwasanya pemicu ini berlangsung karena melemahnya aktivitas eksplorasi dan hampir habisnya prospek minyak dan gas yang gampang terjangkau dengan biaya murah.


Namun dibalik itu, walaupun cadangan minyak rendah, namun cadangan gas di negara kita saat ini ada diangka 127%. bersama adanya cadangan gas ini, Lukman pun menpercayai bahwasanya para pelaku industri di sektor migas akan mampu untuk menambah produksi migas untuk kebutuhan dalam negeri di tahun - tahun yang akan tiba.

"Tantangan utama industri migas adalah upaya menaikkan produksi minyak dan menambah aktivitas eksplorasi," ujar Lukman.

Seperti yang sudah tercatat bahwasanya puncak produksi minyak dalam negeri yakni pada tahun 1995 dengan angka produksi rata - rata mencapai 1,6 juga barel dalam satu hari, namun produksi minyak Indonesia akhirnya merasakan penurunan walaupunpun cepatnya penurunan tersebut sudah ditahan hingga 3 sampai 5 persen.

Lalu, cadangan minyak baru yang telah ditemukan kembali di Indonesia berlangsung pada tahun 2012 yang lalu, yakni sebesar 260 juta barel minyak atau berkisar 14 persen dari total ditemukannya cadangan minyak baru di Asia Tenggara.

Saturday, October 25, 2014

Kuartal Pertama 2013 : Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Hampir Mencapai Target

 Badan Pusat Statistik merilis data yang memuat bahwasanya angka  Kuartal Pertama 2013 : Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Hampir Mencapai Target
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia - Senin kemarin (06 Mei 2013) Badan Pusat Statistik merilis data yang memuat bahwasanya angka perkembangan ekonomi Indonesia di kuartal pertama kali tahun 2013 ini yang berlandaskan pada PDB (Produk Domestik Bruto) rupanya terletak pada angka 6,02%. Itu artinya, berlangsung perkembangan yang hampir mendekati target yang diperkiraan oleh sejumlah pengamat yang memperkirakan di tahun ini ekonomi Indonesia akan tumbuh sebesar 6,1%. Sebagai info tambahan, awal tahun 2012 lalu perkembangan ekonomi Indonesia terletak para Rp. 633,2 Triliun dan kuartal pertama kali tahun ini menjadi Rp. 671,3 Triliun.


Tumbuhnya ekonomi Indonesia di awal tahun ini diakibatkan dukungan hampir semua sektor, kecuali sektor pertambangan & penggalian yang justru berlangsung penurunan 0,43%.
Urutan perkembangan tertinggi terletak di sektor pengangkutan dan komunikasi, yakni sebesar 9,98% yang disusul oleh sektor keuangan, sektor real estate, dan sektor jasa perusahaan besar pada angka 8,35%.

Menurut sejumlah pengamat ekonomi termasuk diantaranya adalah Lana soelistianingsih, Samuel Sekuritas, turut menyampaikan pendapatnya bahwasanya perkembangan ekonomi Indonesia kuartal pertama kali tahun 2013 ini sedikit meleset diakibatkan karena sektor ekspor yang masihlah terlantarkan yang justru merasakan defisit jikalau dilihat dari neraca perdaganga.

Hal ini terbukti sesuai data yang tercatat oleh BPS menyangkut transaksi perdagangan pada kuartal pertama kali tahun 2013 ini merasakan defisit sejumlah USD $67,5 juta. Padahal kuartal pertama kali tahun 2012 merasakan surplus sebesar USD $2,7 Milyar.

"Penurunan ekspor lebih didampaki factor luar, yakni perlambatan ekonomi dunia. Ini cukup mengkhawatirkan karena sisi impor, dalam tiga bulan terakhir, masihlah cenderung kuat walau sedikit tertahan," Ujarnya.
 
Di waktu yang sama indikator - indikator lain diperkiraan masihlah tetap bisa menahan perkembangan ekonomi Indonesia di atas angka 6%.

Misalkan dari sektor investasi, tercatat oleh Bada Koordinator Penanaman Modal (BKPM) ada kenaikan tingkat investasi 30,6% menjadi sekitar Rp. 93 Trilyun. Lana juga mengatakankan bahwasanya tingkat konsumsi saat ini dipantau dalam keadaan yang masihlah stabil.

Wednesday, October 22, 2014

Menko Perekonomian : Menteri ESDM Bertugas Mengumumkan BBM
Menko Perekonomian - Pada saat berlangsungnya acara Musrembangnas (Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional) yang berlangsung Hari Selasa Lalu di Jakarta, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membatalkan pengumuman perihal kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak). Hal ini dikarenakan pengumuman perihal keputusan kebijakan ini dibebankan kepada Menteri ESDM.

Ungkapankah senada juga disampaikan oleh Menko Perekonomian, Hatta Rajasa yang mengatakankan bahwasanya yang akan mengumumkan kebijakan resmi yang telah diputuskan menyangkut BBM tersebut akan menjadi tugas Menteri ESDM.


Hatta Rajasa mempertegas di saat pembukaan Acara Musrembangnas tersebut, "Presiden tidak akan umumkan kenaikan BBM bersubsidi sekarang. Itu terlalu tekhnis, lagipula itu tugasnya Menteri ESDM yang akan mengumumkan. Di acara ini (Musrembangnas), Presiden cuma akan bicara soal ekonomi Indonesia secara umum seperti bagaimana menjaga kekuatan fiskal kita dan lainnya."

Sayangnya, menyangkut waktu kapankah pengumuman itu akan dilaksanakan terkait dengan kebijakan BBM bersubsidi tersebut tak disampaikan oleh Hatta Rajasa. Beliau cuma berkata supaya kita semua menungu pengumuman tersebut.

Disamping itu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengungkapkan bahwasanya berkemungkinan pengumuman akan dilaksanakan sesudah adanya pemberitahuan perihal kesiapan kompensasi yang akan diberikan pada rakyat perihal BBM bersubsidi ini.

Keinginan dari pemerintah kita adalah supaya sesudah diberlaksanakannya harga Bahan Bakar Minyak bersubsidi yang baru ini, maka kompensasi untuk rakyat miskin tetap bisa disalurkan.

“Tidak boleh ada gap, maka terkait dana kompensasi siap, pemerintah sudah siap rencananya. Rencananya apa saja, berapa lama akan segera disampaikan ke DPR RI dalam bentuk RAPBN-P 2013,” tuturnya.

Beliau berharap menyangkut pembahasan RAPBN-P 2013 dengan pihak DPR dapat rampung di bulan Mei ini.