Friday, November 28, 2014

Diperkirakan Menguat, IHSG Malah Drop


Pada pembukaan perdagangan hari Senin (8/7/2013) IHSG (Indeks Harga Saham kombinasi) ditutup dengan keadaan melemah menuju poin 119,5 (2,60%) menuju ke posisi 4.483,31. Level tertinggi 4.580,087 dan terendah 4.475,979. Para investor asing mencatatkan net sell mencapai hingga Rp.403,69 miliar.

Seperti yang disebut oleh Abdul Aziz sebagai analis tekhnikal PT. Astronacci Internasional, bahwasanyasanya pergerakan IHSG telah menunjukan satu potensi penguatan harga yang terdampak pada pergerakan di minggu lalu di mana indeks mencuat naik ke 0,5 persen ke level 4,602. “Hal ini sehubungan dengan hari kemerdekaan Amerika Serikat pada 4 Juli 2013 yang ngasih dampak positif terhadap pergerakan harga,” ujarnya

Selain itu, pergerakan harga semestinya segera membentuk level swing high dengan arah penguatan hingga menutup gap area pada level 4.715-4.724. “Kondisi ini juga serempak dengan time position dari harga pada 8-9 Juli 2103 yang ialah momentum bagi harga untuk bergerak dalam arah penguatan,” katanya

Menurut dia, para trader mestinya mefaedahkan momentum ini untuk terus melaksanakan akumalasi saham-saham yang mempunyai potensi penguatan harga dengan cara selalu memperhatikanlah risk management masing - masing. “Dalam momentum pergerakan harga yang berpotensi merasakan penguatan harga, kita melihat ada sejumlah saham yang mempunyai korelasi positif,” kata dia menambahkan.

Saham-saham tersebut adalah PT Waskita Karya (WSKT), PT Wijaya Karya (WIKA) dan PT Bank Negara Indonesia (BBNI).

Di lain tempat, Satrio Utomo, kepala penelitian PT Universal Broker Indonesia mengatakankan, kenaikan Dow Jones Industrial Average (DJIA) sebesar 0,98% yang berlangsung pada hari Jumat kemarin jelas ialah sinyal positif. “Sebab, penguatan tersebut sukses membikin indeks ini menembus ressistantce 15.075 yang sudah bertahan selama satu minggu,” kata dia.

Bursa di market Asia tampak ikut merespon kenaikan tersebut dengan berberhati-hati. Kenaikan Dow Jones kita harapkan akan membawa IHSG bergerak flat-naik pada kisaran 4.500-4650. IHSG saat ini sedang terletak dalam trend turun jangka pendek dengan ressistantce kuat di 4.650. “Penembusan atas ressistantce tersebut akan membuka potensi kenaikan hingga ressistantce di kisaran 4.815-4.825,” papar dia.

Berhubungan dengan bulan suci ramadhan, perlu dicatat bahwasanya Ramadan cuma identik dengan market yang sepi, bukan identik dengan koreksi. “Terkait dengan pengumuman kinerja semester I-2013, kita mesti melihat apa kinerja emiten kita bisa menunjukan perbaikan karena pada kuartal I-2013 kemarin, sebahagian besar emiten menunjukan kinerja yang di bawah ekspektasi,” imbuhnya.

0 komentar: