Thursday, November 27, 2014

Harga Nilai Jual Emas Kembali Mulai Berkilau Cemerlang


 Kali ini harga emas mulai menampakan gairahnya untuk naik kembali sesudah dilanda trend ne Harga Nilai Jual Emas Kembali Mulai Berkilau Cemerlang

Dublin – Kali ini harga emas mulai menampakan gairahnya untuk naik kembali sesudah dilanda trend negatif sesudah berlangsungnya kekhawtiran krisis utang di Eropa pasca ketakstabilan politik di negara Portugal.

Selain daripada itu, anjloknya harga emas pada akhir-akhir ini turut mendorong akan request konsumen terhadap emas, terutama sekali emas dalam bentuk perhiasan.

Pada sejumlah hari kemarin pasnya pada tanggal 3 Juli, yield dari obligasi Portugal bertenor 10 tahun naik ke level 8 persen dan ini berlangsung pertama kali kalinya semenjak bulan November tahun lalu.

Kejadian ini menambah spekulasi bahwasanya berlangsungnya krisis politik akan melambatkan kinerja pemerintah Portugal dalam memenuhi bailout yang telah diputuskan oleh Uni Eropa.

Sebelumnya harga emas telah turun menjadi 23 persen pada akhir kuartal tahun ini, ini berlangsung sesudah hilangnya kepercayaan investor terhadap logam mulia yang satu ini. Hal ini juga diakibatkan oleh kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) yang berencana akan menghentikan stimulus dari negara tersebut.

Nilai jual emas yang drop pada bulan April lalu ikut mendorong request emas, ini tampak dari request perhiasan dan koin emas di semua dunia yang ikut melonjak. Bahkan, jumlah impor logam mulia yang satu ini di negara Turki yang notabene sebagai konsumen logam mulia paling besar keempat di dunia naik tinggi sepanjang tahun ini.  

"Banyak perhiasan di dunia cenderung dipergunakan sebagai peluang untuk persediaan karena harga emas jatuh baru-baru ini," kata O’Byrne.
Di bursa London, Inggris, harga emas di sepanjang tahun ini merosot 28 persen menjadi 1.213,48 dollar AS per troy ounce, sesudah merasakan kenaikan tahunan 12 kali berturut-turut. Pada 28 Juni lalu, harga emas mencapai titik terendah dalam kurun 34 bulan terakhir ke level 1.180,50 dollar AS.


Pada 26 Juni lalu, Mark Cutifani, mantan Kepala AngloGold Ashanti Ltd (ANG), penambang emas ketiga paling besar dunia, menyatakan bahwasanya pengurangan produksi akan lebih besar diperbandingkan kenaikan harga yang kita harapkan oleh banyak investor.

Goldman Sachs Group Inc memproyeksikan, di akhir 2014, harga emas akan menjadi di level 1.050 dollar AS. Sementara itu, Credit Suisse Group AG telah mengantisipasi harga nilai emas hingga di level 1.150 dollar AS dalam 12 bulan ke depan. Proyeksi yang tidaklah sama justru telah diungkapkan Danske Bank A/S (Denmark) yang melihat harga emas akan jatuh ke level 1.000 dollar AS dalam tiga bulan.

0 komentar: