Namun, rupanya pemerintah telah membikin satu solusi alternatif sebagai solusi untuk meminimalisir keresahan masyarakat dengan cara ngasih paket kompensasi BLSM (pertolongan Langsung Sementara Masyarakat). BLSM ini seperti yang disampaikan pemerintah kita, khusus untuk masyarakat yang merasakan dampak kenaikan BBM secara langsung.
Menanggapi hal ini, Firmanzah sebagai staf Khusus Presiden bidang Ekonomi dan Pembangunan mengatakankan bahwasanya jikalau BLSM dan paket kompensasi ini ditiadakan, maka kenaikan harga BBM jenis premium sebesar Rp. 1500 per liter akan mempunyai dampak meningkatnya angka kemiskinan di tahun 2013 ini sebesar 13,1% sesuai dengan data yang ada di Kementrian Keuangan.
Seorang Guru Besar Fakultas Ekonomi UI juga menyampaikan satu penjelasan yang ia sebutkan berpedoman pengamatan perihal pengalaman pemerintah Indonesia menaikkan dan menurunkan harga BBM antara tahun 2005 sampai dengan 2009. Diawali tahun 2005 yang lalu, diakibatkan karena lonjakan harga minyak dunia, pemerintah kita akhirnya menaikkan harga BBM bersubsidi yang pada awalnya terletak di harga Rp. 1800 per liter lalu dinaikkan dua kali lipat lebih di harga Rp. 4500 per liter.
Lalu, akibat dari kenaikan harga BBM tersebut rupanya harga sembako juga turut melonjak naik, khususnya harga beras yang kenaikan harganya mencapai 20 %. Tidak cuma sampai di situ, dampak lebih lanjut tercatat bahwasanya ditahun 2006 angka kemiskinan di negara kita naik menjadi 17,7% yang sebelumnya cuma 15,9%.
Dan di tahun 2008, harga BBM kembali dinaikkan oleh pemerintah kita walaupunpun cuma dalam hitungan lima atau enam bulan, lalu berlangsung pusingsebutkan inflasi sebesar 11% lebih di tahun 2008 lalu yang akhirnya memaksa pemerintah kembali menurunkan harga BBM sejumlah kali hingga menjadi Rp. 4500 per liternya di pertengahan januari 2009.
Sayangnya, di tahun 2008 - 2009 itu ketika harga BBM diturunkan mulai dari Rp. 6000 per liter, lalu Rp. 5500 per liter, selanjutnya Rp. 5000 per liter, bahkan kembali lagi di harga Rp. 4500 tetap saja harga bahan pokok tak ikut turun. Ini yang sebenarnya tak kita harapkan oleh masyarakat jikalau harga BBM kembali dinaikkan.
Dari pengalaman kasus di atas, maka kebijakan menyangkut pertolongan Langsung Sementara Masyarakat atau yang disebut dengan BLSM itu merupuakan wujud perlindungan pemerintah pada rakyat yang secara khusus kelompok masyarakat yang kurang mampu supaya dapat menyesuaikan kemampuannya dengan lonjakan harga nantinya.

0 komentar: