Jika dilihat dari nilai tukar rupiah menurut transaksi antar bank - bank di Jakarta pada pagi ini, tampak pergerakan rupiah sedikit melemah sebesar 2 poin dari Rp. 9.760 menjadi Rp. 9.762 per dollar AS saat ini.
Beberapa Ekonom di Jakarta, Samuel Sekuritas beserta rekannya Lana Soelistianingsih mengatakankan bahwasanya keadaan rupiah masihlah tetap cenderung terjaga stabil di tengah situasi melemahnya mata uang Asia, terumata mata uang Yen.
Mereka juga mengatakankan bahwasanya pengajuan usulan perihal kenaikan harga BBM telah diakomodir di dalam RAPBN tahun 2013 yang saat ini sedang masuk dalam pembahasan antara pemerintah dan DPR. Rencananya pembahasan ini akan selesai dalam waktu satu bulan saja.
"Kenaikan harga BBM subsidi kita harapkan juga bisa memperbaiki neraca pembayaran dan membawa penguatan nilai tukar rupiah menuju kisaran antara Rp9.500-Rp9.700 per dolar AS," jelasnya.
Ia juga mengutarakan bahwasanya kenaikan tingkat inflasi diperkiraan akan mencapai angka 7,2% - 7,7% akibat kenaikan harga BBM bersubsidi tersebut. Namun proyeksi pusingkatan inflasi tersebut sepertinya tak akan mendapat respon sebab naiknya rate Bank Indonesia yang berkelebihan.
"Kemungkinan rate BI akan naik 50 bps menjadi 6,25 persen merespon naiknya inflasi," terangnya.
Hal ini juga diperkuat oleh Reza Priyambada sebagai Kepala Riset Trust Securities yang mengatakankan bahwasanya pertukaran nilai domestik saat ini sedang melemah sebagai akibat dari melemahnya matau uang Yen dan Euro. Namun, Rupiah sendiri saat ini masihlah tetap terjaga. Dan saat ini market uang domestik juga sedang menunggu diputuskannya kebijakan pemerintah menyangkut rencana kenaikan harga BBM bersubsidi yang akhir - akhir ini sedang menjadi berita besar di masyarakat kita.

0 komentar: