Sunday, December 7, 2014

Pengertian Properti dan Nilai Komersial

Apa yang dimaksud pengertian properti? Banyak orang yang membicarakan properti sebagai salah satu lahan atau target berinvestasi. Mereka biasanya akan mengatakankan bahwasanya yang dimaksud properti sebagai sasaran investasi adalah tanah dan tanah beserta bangunannya. Apakah aset mobil sebagai properti? Maka di sini perlu menerangkan menyangkut pengertian properti apalagi untuk sasaran komersial.

  Banyak orang yang membicarakan properti sebagai salah satu lahan atau  target berinvesta Pengertian Properti dan Nilai Komersial

Menurut kamus besar bahasa Indonesia sendiri bahwasanya properti memanglah seperti yang diucapkan banyak orang yakni tanah dan atau tanah dan bangunannya. Juga termasuk sarana dan prasarana yang ada dalam tanah dan bangunan yang memanglah ialah bagian yang tak terpisahkan. Maksudnya, tanah dan bangunan beserta isi dalam tanah dan bangunan.

Namun menurut Wikipedia sendiri bahwasanya “Bentuk yang utama dari properti ini adalah termasuk real property (tanah), kekayaan pribadi (personal property) (kepemilikan barang secara fisik lainnya), dan kekayaan intelektual”.

Jadi jikalaulau properti dimaknai cuma cuma tanah dan bangunan, tentu saja barang aset kekayaan seperti mobil, motor, televisi dan lainnya maka tak akan dianggap properti. Padahal, jikalaulau anda berinvestasi ke dalam mobil yang akan dipergunakan barang sewaan, maka ini akan membuatnya sebagai aset komersial. Hasil penyewaan mobil tentu saja adalah pasif income yang bisa jadi lebih besar dari harga pembelian mobil.

Namun juga, apa mesti dianggap bisnis properti bila orang tersebut menjual mobil? Apakah bisa dianggap investasi properti bila cuma membeli mobil? Kalau cuma kajian bahasa, maka mobil bisa saja dianggap properti, seperti halnya perabotan rumah tangga. Namun secara menurut dunia investasi properti, maka bukan dianggap properti.

Terlepas dari pengertian menyangkut properti, ada dua jenis properti yakni yang non komersial dan komersial. Kalau properti non komersial, maka properti yang dipunyai cuma cuma untuk kebutuhan sehari-hari seperti rumah yang akan dipergunakan untuk kebutuhan tempat tinggal. Kalau properti komersial, memanglah penyediaannya untuk kebutuhan mencari laba. Membuat rumah, memanglah sasarannya untuk penyewaan tempat tinggal atau memanglah jual-beli perumahan.

Banyak orang mepercayai bahwasanya properti yang dipunyai adalah bagian dari aset. Benarkah? Maka perlu mengulas bagaimana properti yang bisa dianggap sebagai aset. Memang, berpedoman properti non komersial, barang seperti rumah atau tanah maka dianggap sebagai aset. Karena memanglah sasaran yang dihendaki cuma sebagai tempat tinggal. Nilai asetnya tentu saja adalah yang menjadi sasaran si pemilik rumah.

Namun bila berpedoman properti komersial, barang seperti rumah belum tentu saja dianggap sebagai aset. Karena membangun rumah sasarannya untuk disewakan, namun yang berlangsung justru tak ada yang mau menemsari pati pati alias tak ada yang menyewa rumah. Maka hal ini mengakibatkan ada pembebanan biaya pajak atas rumah di saat tak ada pemasukkan untuk membayar pajak. Bila bertahun-tahun rumah tak diperbaiki, maka nilai rumah akan terus turun. Tiap tahun terkena pajak namun di sisi lain malah nilai rumah menjadi turun karena keadaan kelayakan rumah yang menjadi turun.

Intinya adalah, properti yang disebut aset belum tentu saja dianggap sebagai aset. Selagi masihlah ada biaya yang perlu dikeluarkan untuk mengurus properti dan tak ada pemasukkan sama sekali, maka belum dianggap sebagai aset. Karena aset sendiri adalah simbol kekayaan. Bila properti yang anda miliki malah membikin kekayaan berkurang, tentu saja masihlah dibimbangnakan nilai aset pada properti.

Untuk itu, jangan sembarangan bila mau membeli rumah atau tanah. Bisa jadi itu menjadi beban karena mesti mengurus dan membayar pajak. Bila memanglah keuangan bulanan memanglah cuma cuma cukup, maka jangan membeli rumah yang diperuntukkan untuk orang kaya. Karena biaya perawatan dan pajak bisa jadi akan menguras keuangan anda. Tentu, bila kurang perawatan pun, nilai rumah malah akan menjadi turun dan semakin turun seiring menurunnya mutu.

Demikianlah pengertian properti yang bisa anda fahami bila ingin terjun dalam dunia bisnis properti atau investasi dalam properti.

Baca: Pengertian Investasi: Jangka Pendek dan Panjang

0 komentar: