Friday, December 26, 2014

Pendapat Adam Smith Mengenai Ekonomi

Seorang ahli filsuf berkependuduk-negaraan Skotlandia ini mempunyai nama asli John Adam Smith atau lebih dikenal dengan nama Adam Smith. Buku pertama kali yang ia terbitkan berjudul, Theory of Moral Sentiments lalu Bukunya yang berjudul “An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations” yang selanjutnya disingkat “The Wealth of Nations” membikinnya mendapat gelar sebagai Bapak Ilmu Ekonomi dunia. Buku yang terbit tahun 1776 ini menerangkan sejarah laju industri dan ekonomi Eropa dan menjadi dasar perihal globalisasi yang erat hubungannya dengan kapitalisme.

Pikiran utama The Wealth of Nations adalah globalisasi yang bergeliat menurut keadaan market di mana ia berpedoman bahwasanya dengan sendirinya dapat menghasilkan komoditi yang diperlukan masyarakat konsumen bnaik secara jumlah maupun mutu produk. Dalam kasusnya ia melihat ketika stokproduk yang sedang menjadi trend justru menurun,maka secara otomatis harga produk tersebut yang beredar dimarketan akan terkoreksi  selanjutnya hal ini akan memberi laba kepada siapa pun yang memproduksinya. Disebabkan laba yang mengiurkan maka orang lainpun ikut memproduksi produk yang sedang dicari itu. Hal ini berakibat memperbaiki persediaan produk yang dimaksud. Sehingga pada akhirnya harga produk tersebut akan kembali normal lagi. Menurutnya roda ekonomi itu tadi tak ada yang memperbaikinya, tetapi keadaan tersebut akan teratasi dengan sendirinya.

Menurut Adam Smith, secara sistematis ilmu ekonomi mempelajari tingkah laku upaya manusia untuk mengatur sedemikian rupa sumber daya yang ada dan terbatas sehingga dapat mencapai sasaran tertentu saja. Hal inilah yang selanjutnya menjadi dasar atas teori ekonomi klasik. Mahaguru di Universitas Glasgow (1751-1764) ini juga dianggap menjadi salah satu kiosh sistem ekonomi kapitalisme. Dalam karyanya, Adam Smith seringkali mempergunakan kata-kata  nilai (value), kekayaan (welfare) dan utilitas (utility. Teorinya yang populer lainnya adalah teori ekonomi "laissez-faire".

Pria yang meninggal di usia 67 tahun ini mengemukakan bahwasanya semestinya faedah kepada masyarakat luas juga dirasakan dari aktifitas ekonomi seseorang yang berkepentingan pribadi sekalipun. Lalu muncullah istilah invisible hand  (tangan tak tampak) di mana globalisasi mempunyai sistem untuk mengoreksi keadaan yang tak sehat. Kerana dampak dari market bebas adalah kemaslahatan bagi semua lapisan masyarakat.

Dalam kontribusinya di ekonomi dunia kiosh yang lahir di kota Kirkcaldy, Skotlandia, tahun 1723 ini juga mencetuskan metode meritokrasi. Adalah mekanisme yang dipergunakan instansi terkait untuk memilih individu yang pas sesuai kemampuan atau bakatnya guna memikul tanggung jawab yang diberikan. Istilah ini disebut-sebut sebagai cambuk supaya manusia berusaha memperbaiki dirinya menjadi lebih baik lagi dari waktu ke waktu. Selain itu sistem ini juga mengupayakan berlangsungnya spesialisasi dan efisiensi dalam ekonomi. Ekonom lulusan dari Universitas Oxford ini terletak di peringkat 30 di Daftar orang paling berdampak - karya Michael H. Hart.

0 komentar: